yusya ul anwar

Abhar - ÇÈåÑ - yang bergemerlapan -
Ahlam - ÇÍáÇã - impian - kemaafan
Ahnaf - ÇÍäÝ - yang lurus -
Aiman - Çíãä - yang bertuah - yang kanan
Aiman - ÇíãÇä - yang bertuah - keberkatan
Aisar - ÇíÓÑ - enang - yang mudah
Ajmal - ÇÌãá - yang lebih cantik -
Ajwad - ÇÌæÏ - yang lebih pemurah -
Akalil - ÇßÇáíá - mahkota -
Akid - ÇßíÏ - yang kuat - teguh
Akmal - Çßãá - yang lebih sempurna - lelaki
Akram - ÇßÑã - yang mulia - pemurah
Aqhari - ÇÞåÑí - yang lebih berkuasa -
Aqrabin - ÃÞÑÈíä - Saudara mara yang rapat. -
Aqwa - ÇÞæì - yang perkasa - yang kuat
Alaa' - ÇáÇÁ - Ni'mat-ni'mat -
Alif - ÃáíÝ - Yang mesra -
Alma' - ÇáãÚ - yang bersinar -
Alwan - Çáæä - warna-warni -
Amad - ÇãÏ - masa - matlamat
Amadi - ÇãÏí - masaku - matlamatku
Amal - ÇãÇá - cita-cita - harapan
Amaluddin - ÇãÇá ÇáÏíä - cita-cita agama -
Amali - ÇãÇáí - cita-citaku - harapanku
Aman - ÇãÇä - sentosa - keamanan
Amar - ÇãÑ - perintah - suruhan
Amin - Çãíä - yang amanah -
Aminuddin - Çãíä ÇáÏíä - pengamanah agama -
Amir - ÇãíÑ - putra - ketua
Amjad - ÇãÌÇÏ - kemulian - keagongan
Amnan - ÇãäÇä - ketenangan -
Amni - Çãäì - keamanan -
Amsyar - ÇãÔÑ - yang cergas -
Amzar - ÇãÒÑ - yang utama - yang mulia
Anas - ÇäÓ - kemesraan -
Anat - ÇäÇÊ - lemah lembut -
Anaqi - ÇäÇÞì - keindahanku yang menawan hati -
Andhar - ÇäÖÑ - yang berseri -
Ani - Çäì - yang sabar - yang bersopan
Aniq - ÇäíÞ - yang kacak lagi menawan hati -
Anis - ÇäíÓ - yang mesra - teman setia
Ansar - ÇäÕÇÑ - penolong - penyokong
Ansari - ÇäÕÇÑì - nisbah kepada ansar -
Anwar - ÇäæÑ - yang bercahaya -
Anwari - ÇäæÇÑì - cahayaku -
Arami - ÇÑÇãì - tandaku -
Arham - ÇÑÍã - yang mesra - yang belas kasihan
Arib - ÇÑíÈ - yang mahir -
Arina - ÇÑíäÇ - kecergasan -
Arqam - ÇÑÞã - nama sahabat nabi -
Arum - ÇÑæã - asal keturunan -
Arumi - ÇÑæãì - asal keturunanku -
Arsyad - ÇÑÔÏ - yang sangat cerdik -
As'ad - ÇÓÚÏ - yang amat bahagia -
Asil - ÇÕíá - yang mulia - baik
Aslah - ÇÕáÍ - yang lebih baik - yang lebih sesuai
Aslam - ÇÓáã - yang paling selamat -
Asma'I - ÇÕãÚí - hati yang suci -
Asma'an - ÇÕãÚÇä - hati yang suci dan pendapat yang teguh -
Asmar - ÇÓãÑ - yang hitam manis -
Asna - ÇÓäì - yang tinggi - yang bersinar
Asnawi - ÇÓäæí - yang berseri - yang gemilang
Asy'ari - ÇÔÚÑì - yang elok - yang berambut lebat dan panjang
Asyraf - ÇÔÑÝ - yang mulia -
Athari - ÇØåÑí - yang bersih -
Athir - ÇËíÑ - yang mulia - yang utama
Awad - ÇæÏ - yang paling disayangi -
Aufa - ÇæÝì - yang setia -
Awwab - ÇæÇÈ - yang banyak bertaubat -
Auji - ÇæÌì - ketinggianku - kemuliaanku
Aghlab - ÇÛáÇÈ - yang menang -
Afdhal - ÇÝÖá - yang lebih utama -
Afnan - ÇÝäÇä - kesenian -
Ahlami - ÇÍáÇãí - impianku - kesabaranku
Afandi - ÇÝäÏí - gelaran bagi orang berpangkat -
Abadi - ÇÈÏì - yang kekal -
A'alam - ÇÚáÇã - Panji-panj -
Ahmad - ÇÍãÏ - yang terpuji -
Abu Samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf - yang bertoleransi
Afham - ÇÝåã - yang lebih faham -
Adham - ÇÏåã - yang hitam - cantik
Abu bakar - ÇÈæ ÈßÑ - sahabat nabi -
Auni - Çæäì - kelembutanku - ketenanganku
Ayadi - ÇíÇÏì - nikmat-nikmat -
Aus - ÇæÓ - pemberian - serigala
Aya - ÇíÇ - cahaya matahari -
Ayyub - ÇíæÈ - nama nabi -
Azfar - åÙÝÑ - yang berjaya - yang menang
Azhar - ÇÒåÑ - yang berseri - yang gemilang
Azhari - ÇÒåÑì - yang berseri - yang gemilang
Aziz - ÚÒíÒ - yang mulia - yang kuat
Azizan - ÚÒíÒÇä - yang mulia - yang kuat
Azizi - ÚÒíÒí - kesayangku - kekasihku
Azri - ÇÒÑì - kekuatanku - penyokongku
Abid - ÇÈÏ - yang bermukim - yang menetap
Abu Bakar - ÇÈæ ÈßÑ - gelaran sahabat nabi yang bersegera -
Adabi - ÇÏÈì - kesopananku - kesesteraan
Abqari - ÚÈÞÑì - yang bijaksana - yang kuat
Abud - ÚÈæÏ - yang kuat beribadat -
Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari
Adil - ÚÇÏá - yang adil -
Adli - ÚÏáì - keadilanku - kelurusanku
Adnan - ÚÏäÇä - nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim
Affan - ÚÝÇä - pendaki -
Afi - ÚÇÝì - pemaaf -
Afif - ÚÝíÝ - yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya
Akif - ÚÇßÝ - yang menumpukan jiwa raganya padasesuatu -
Alaa' - ÚáÇ - ketinggian - kemuliaan
Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - ketinggian agama -
Ali - Úáì - yang mulia - yang tinggi kedududkannya
Aliaudin - ÚáìÇáÏíä - ketinggian agama -
Amir - 򂋄 - yang memakmurkan - yang mendiami
Ammar - 򋂄 - yang memakmurkan - yang kuat iman
Amran - ÚãÑÇä - yang memakmurkan -
Amrun - 򋄾 - kemakmuran -
Arafat - ÚÑÝÇÊ - yang terkenal - kenalan
Arif - ÚÇÑÝ - yang bijak - yang mengetahui
Ariffin - ÚÇÑÝíä - yang bijak - yang mengetahui
Asim - ÚÇÕã - yang memelihara/mengawal -
Asjad - ÚÓÌÏ - emas - permata
Asri - ÚÕÑì - masaku - kemajuankuyang mengikutperedaran masa
Asyur - ÚÇÔíæÑ - hari yang kesepuluh dari bulan Muharram -
Ataa' - ÚØÇÁ - pemberian -
Ataullah - ÚØÇÇááå - kurnian Allah -
Atik - ÚÇÊß - yang pemurah - yang beraniyang bersih
Atiyah - ÚØíå - pemberian -
Atiq - ÚÊíÞ - yang indah - yang mulia
Atif - ÚÇØÝ - penyayang -
Atuf - ÚØæÝ - yang sangat penyayang -
Auf - ÚæÝ - yang berusaha - yang kuatusaha
'Abbas - ÚÈÇÓ - nama sahabat nabi -
'Abid - ÚÇÈÏ - yang beribadat -
Afiq - ÇÝíÞ - yang amat pemurah -
'Abidin - ÚÇÈÏíä - yang beribadat -
'Abqari - ÚÈÞÑí - yang bijaksana - yang kuat
'Abud - ÚÇÈæÏ - yang kuat beribadat -
'Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari
'Adil - ÚÇÏá - yang adil -
'Abbas - ÚÈÇÓ - Nama sahabat Nabi - berani
'Abid - ÚÇÈÏ - Yang beribadat. -
'Abidin - ÚÇÈÏíä - Yang beribadat. -
'Abqari - ÚÈÞÑì - Yng bijaksana - yang kuat
'Abud - ÚÈæÏ - Yang kuat beribadat. -
'Adi - ÚÏì - Askar perwira - yang kuat berlari.
'Adil - ÚÇÏá - Yang adil. -
'Adli - ÚÏáì - Keadilanku - kelurusanku.
'Adnan - ÚÏäÇä - Nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim.
'Affan - ÚÝÇä - pendaki -
'Afi - ÚÇÝì - Pemaaf. -
'Afif - ÚÝíÝ - Yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya.
'Akif - ÚÇßÝ - Yang menumpukan jiwa raganya pada sesuatu. -
'Alaa' - ÚáÇÁ - Ketinggian - kemuliaan.
'Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - Ketingian agama. -
'Ali - Úáì - Yang mulia - yang tinggi kedudukan.
'Aliuddin - ÚáìÇáÏíä - Ketinggian agama. -
'Amir - 򂋄 - Yang memakmurkan - yang mendiami.
'Ammar - 򋂄 - Yang memkmurkan - yang kuat iman.
'Amran - ÚãÑÇä - Yang memakmurkan. -
'Amrun - 򋄾 - Kemakmuran. -
'Arafat - ÚÑÝÇÊ - Yang terkenal - kenalan
'Arif - ÚÇÑÝ - Yang bijak - yang mengetahui.
'Arifin - ÚÇÑÝíä - Yang bijak - yang mengetahui.
'Asim - ÚÇÕã - Yng memelihara/mengawal emas permata. -
'Asjad - ÚÓÌÏ - Emas permata. -
'Asri - ÚÕÑì - Masaku - kemajuanku
'Asyur - ÚÇト - Hari kesepuluh dari bulan Mujarram. -
'Ataa' - ÚØÇÁ - Pemberian. -
'Ataullah - ÚØÇÁÇááå - Kurniaan Allah. -
'Atik - ÚÇÊß - Yang pemurah - yang berani
'Atiyah - ÚØíå - Pemberian. -
'Atiq - ÚÊíÞ - Yang mulia - yang mulia.
'Atif - ÚÇØÝ - Penyayang. -
'Atuf - ÚØæÝ - Yang sangat penyayang. -
'Auf - ÚæÝ - Yang berusaha - yang kuat
'Awad - ÚæÖ - Gantian; pemberian. -
'Azyan - ÃÒíÇä - Perhiasan -
Abidah - ÚÇÈÏå - Ahli ibadat -
'Abir - ÚÈíÑ - Keharuman -
'Adilah - ÚÇÏáå - Yang adil - yang saksama
'Adidah - ÚÏíÏå - Yang padan - yang setanding
'Afaf - ÚÝÇÝ - Maruah - kesucian diri
'Afiah - ÚÇÝíå - Kesejahteraan -
'Afifah - ÚÝíÝå - Yang bermaruah - terpelihara kehormatan dirinya
'Ainaa' - ÚíäÇÁ - yang cantik matanya -
'Aisyah - ÚÇÆÔå - yang hidup bahagia -
'Alyaa' - ÚáíÇÁ - Ketinggian -
'Aliah - ÚÇáíå - yang tinggi -
'Amirah - ÚÇãÑÉ - ketua - Yang aman bahagia
'Ammarah - ÚãÇÑÉ - Yang memakmurkan - yang kuat iman
'Aqilah - ÚÞíáÉ - Yang bijak - yang mulia
'Aqidah - ÚÞíÏÉ - Kepercayaan - keimanan
'Arifah - ÚÇÑÝÉ - yang mengetahui -
'Asimah - ÚÇÕãÉ - yang memelihara -
'Atikah - ÚÇÊßÉ - yang pemurah - yang berani
'Atiqah - ÚÊíÞÉ - yang mulia - pilihan
'Atifah - ÚÇØÝÉ - yang bersempati - penyayang
Ahmas - ÇÍãÓ - yang bersemangat - yang berani
'Atiyah - 򯒃 - pemberian -
'Atuf - ÚØæÝ - penyayang -
'Arbanah - ÚÑÈÇäå - Yang fasih -
'Awatif - ÚæÇØÝ - perasaan - kesayangan
'Aziemah - ÚÙíãå - Yang mulia - pembesar
'Aziemah - ÚÒíãÉ - Azam - kewajipan
'Azimah - ÚÇÒãå - Yang berazam -
'Azizah - ÚÒíÒÉ - Yang mulia - yang dikasihi
'Azmah - ÚÒãå - kebenaran - hak kewajipan
Badil - ÈÏíá - Pengganti -
Badiu'zzaman - ÈÏíÚ ÇáÒãÇä - Keindahan masa -
Badran - ÈÏÑÇä - bulan purnama -
Badrun - ÈÏÑæä - Bulan purnama -
Badri - ÈÏÑí - Purnamaku -
Badruddin - ÈÏÑ ÇáÏíä - Bulan purnama agama -
Badruzzaman - ÈÏÑ ÇáÒãÇä - Bulan purnama semasa -
Bahar - ÈåÇÑ - Keindahan - sejenis tumbuhan yg wangi
Bahauddin - ÈåÇÁ ÇáÏíä - Sinaran Agama -
Bahij - ÈåíÌ - Yang indah menawan -
Bahir - ÈåíÑ - Yang berseri-seri -
Bahiuddin - ÈåÆ ÇáÏíä - kegemilangan agama -
Bahjan - ÈåÌÇä - Yang cemerlang - yang riang gembira
Bahjat - ÈåÌÉ - Kegemilangan - keindahan
Bahrani - ÈåÑÇäí - Kegemilanganku -
Bahri - ÈåÑí - Kegemilanganku - kelebihanku
Bahruddin - ÈåÑÇáÏíä - Kegemilangan agama. -
Bahzi - ÈåÒí - Pertahananku - pembelaku.
Baghawi - ÈÛæí - Nisbah -
Baidhawi - ÈíÖÇæí - Nisbah - putih
Baihaqi - ÈíåÞí - Nisbah. -
Bakri - ÈßÑí - Kesegeraanku - kemudaanku.
Bakhit - ÈÎíÊ - Yang bertuah. -
Baligh - ÈáíÛ - Yang fasih - yang petah.
Ballan - ÈáÇä - Rezeki - kebajikan.
Banim - Èäíä - Yang gigih dan bijak. -
Bariq - ÈÑíÞ - Sinaran - yang bergemerlapan.
Barra' - ÈÑÇÁ - Yang bersih - yang baik
Barzah - ÈÑÒå - Penjelmaan - nama sahabat.
Barzun - ÈÑÒæä - Yang utama - yang berani.
Basil - ÈÇÓíá - Yang berani -
Basir - ÈÕíÑ - Yang melihat - yang bijak.
Bari' - ÈÇÑíÚ - Yang tinggi dari segi ilmu dan kecantikan. -
Barudi - ÈÇÑæÏí - Nisbah - serbuk peluru.
Basri - ÈÕÑí - Penglihatanku -
Basti - ÈÓØí - Kelapanganku - kemurahan hatiku
Bassami - ÈÓÇãí - Yang senyum - nisbah.
Basysyar - ÈÔÇÑ - Pembawa berita gembira. -
Basyir - ÈÔíÑ - Penyampai berita gembira. -
Baunan - ÈæäÇä - Keistimewaan. -
Bauni - Èæäí - Keistimewaanku - kelebihanku.
Bazil - ÈÇÒíá - Yang bijak - yang pakar.
Bazli - ÈÒáí - Kebijaksanaanku - kepakaranku.
Bazilin - ÈÇÐáíä - Yang memberi sumbangan - yang membelanja.
Bilal - ÈáÇá - Air - kelembapan
Bisyrun - ÈÔÑæä - Berita gembira. -
Bisyarah - ÈÔÇÑå - Berita gembira. -
Benyamin - ÈäíÇãíä - Nama saudara Nabi Yusuf. -
Bukhari - ÈÎÇÑí - Nisbah. -
Bulqini - ÈáÞíäí - Nisbah. -
Buraidah - ÈÑíÏå - Nama sahabat - kesejukan
Burhan - ÈÑåä - Hujjah - bukti.
Burhani - ÈÑåÇäí - Hujjahku - buktiku.
Burhanuddin. - ÈÑåÇä ÇáÏíä - Hujjah agama. -
Busairi - ÈæÕíÑí - Nisbah. -
Abu samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf -
Busrain - ÈÓÑíä - Kemekaran dan kesegaran. -
Bustani - ÈÓÊÇäí - Tamanku - nisbah.
Bajil - ÈÌá - Yang riang gembira. -
Bajil - ÈÌíá - Yang dihormati dan disanjungi. -
Badawi - ÈÏæí - Nisbah. -
Baghawi - ÈÛæí - Nisbah. -
Bistami - ÈÓÊÇãí - Nisbah. -
Dahlan - ÏÍáÇä - Nisbah. -
Dailami - Ïíáãí - Nisbah - askarku.
Damanhuri - - Nisbah -
Danial - ÏÇäíÇá - Nama nabi -
Dasuki - ÏÓæÞí - Nisbah - keindahanku
Daud - ÏÇæÏ - Nama Nabi. -
Daiyan - ÏíÇä - Hakim - pengira
Durrani - ÏÑÇäí - Mutiaraku. -
Durri - ÏÑí - Permata - mutiaraku.
Dalil - Ïáíá - Pemandu - penunjuk
Di'amah - ÏÚÇãå - Tiang - penyokong.
Dinie - Ïíäí - Agamaku -
Diniy - Ïíäí - Berkenaan agama -
Du'mi - ÏÚãí - sokonganku - yang kukuh
Dhiya' - ÖíÇÁ - Sinaran -
Dhiyauddin - ÖÈÇÁ ÇáÏíä - Sinaran agama -
Dhiyaulhaq - ÖíÇÁ ÇáÍÞ - Sinaran kebenaran -
Dhiyaurrahman - ÖíÇÁ ÇáÑÍãä - Sinaran (Allah) yang Pengasih -
Dhiyaul Islam - ÖíÇÁ ÇáÇÓáÇã - Sinaran Islam -
Dhabit - ÖÇÈØ - Yang kuat ingatan -
Dhamiri - ÖãíÑí - Hati kecilku -
Dhabti - ÖÈØí - Ingatanku - hafalanku
Fadhil - ÝÇÖá - Yang mulia -
Fadhli - ÝÖáí - Kelebihanku - ihsanku
Fadhuli - ÝÖæáí - Yang banyak berbuat ihsan -
Fadhlullah - ÝÖá Çááå - Kelebihan Allah -
Fahad - ÝåÏ - Harimau Bintang -
Fahim - Ýåíã - Yang faham -
Fahmi - Ýåãí - Kefahamanku -
Faid - ÝÇÆÏ - Yang tetap - yang berhasil
Faidhi - ÝíÖí - Kurniaanku -
Fayyadh - ÝíÇÖ - Pemurah - dermawan
Fayyah - ÝíÇÍ - Pemurah - dermawan
Faiq - ÝÇÆÞ - Yang tertinggi - yang utama
Faiz - ÝÇÆÒ - Yang berjaya -
Faisal - ÝíÕá - Penyelesaian - pemutus kata
Fakhri - ÝÎÑí - Kemegahanku -
Fakhruddin - ÝÎÑ ÇáÏíä - Kebanggaan agama -
Fakhrullah - ÝÎÑ Çááå - Kemegahan Allah -
Fakhrul Islam - ÝÎÑ ÇáÇÓáÇã - Kemegahan Islam -
Faqih - ÝÞíå - Yang alim - yang amat faham
Farahi - ÝÑÍí - Kegiranganku -
Farhan - ÝÑÍÇä - Yang girang gembira -
Farhat - ÝÑÍÇÊ - Kegirangan -
Farid - ÞÑíÏ - Yang tunggal - permata istimewa
Fariduddin - ÝÑíÏ ÇáÏíä - Permata - keistimewaan agama
Faris - ÝÇÑÓ - Yang alim - ahli firasat
Faruq - ÝÇÑæÞ - Pemisah - pembeza antara benar dan salah
Fathi - ÝÊÍí - Pembukaanku -
Fathuddin - ÝÊÍ ÇáÏíä - Pembukaan - kejayaan agama
Fathul Islam - ÝÊÍ ÇáÇÓáÇã - Pembukaan - kejayaan Islam
Fathullah - ÝÊÍ Çááå - Pembukaan - kemenangan Allah
Fathurrahman - ÝÊÍ ÇáÑÍãä - Pembukaan - kemenangan Allah yang maha pengasih
Fawwaz - ÝæÇÒ - Yang berjaya -
Fauzi - ÝæÒí - Kejayaanku -
Fida'iy - ÝÏÇÆì - Yang bekorban kerana perjuangan -
Fikri - ÝßÑí - Fikiranku -
Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga -
Fitri - ÝØÑí - Semulajadiku -
Fuad - ÝÄÇÏ - Hati/ jiwa -
Fudhail - ÝÖíá - Kelebihan - kemuliaan
Ghali - ÛÇáí - Yang mahal -
Ghalib - ÛÇáÈ - Yang menang -
Ghallab - ÛÇáÇÈ - Yang selalu menang -
Ghanim - ÛÇäã - Yang becakap perkara baik - yang mencapai kejayaan
Ghanimi - ÛÇäãí - kejayaanku -
Ghassan - ÛÓÇä - Kecantikan dan kelembutan remaja -
Ghassani - ÛÓÇäí - Yang cantik dan muda -
Ghaus - ÛæË - Pertolongan -
Ghausi - ÛæËí - Pertolonganku - pembelaanku
Ghazali - ÛÒÇáí - Nisbah - pelandukku
Ghazlan - ÛÒáÇä - Tenunan -
Ghazi - ÛÇÒí - Pejuang -
Ghailan - ÛíáÇä - Nama sahabat - air yang mengalir dimuka bumi
Ghulwani - ÛáæÇäí - Keremajaaan dan kecergasan -
Ghurran - ÛÑÇä - Yang mulia - yang berseri
Ghurar - ÛÑÇÑ - Kegemilangan - keserian
Habib - ÍÈíÈ - Kekasih -
Habri - ÍÈÑí - Kegembiraanku - nikmatku
Hadi - åÇÏí - Yang memimpin - yang tenang
Hadhri - ÍÖÑí - Yang maju - yang bertamadun
Hafiy - ÍÝí - Yang memuliakan -
Hafiz - ÍÇÝÙ - Penjaga - pemelihara
Hafizuddin - ÍÝíÙ ÇáÏíä - Pemelihara agama -
Hakam - Íßã - Pengadil - yang menghukum
Hakim - Íßíã - Yang bijaksana -
Hajjaj - ÍÌÇÌ - Pelawat - penziarah
Hamadah - ÍãÇÏå - Kepujian] -
Hamdan - ÍãÏÇä - Kepujiaan -
Hamdani - ÍãÏÇäí - Kepujianku -
Hamdi - ÍãÏí - Pujianku -
Hammad - ÍãÇÏ - Yang banyak memuji -
Hamid - ÍÇãÏ - Yang memuji -
Hamud - ÍãæÏ - Yang banyak memuji -
Hami - ÍÇãí - Yang melindungi - yang mempertahankan
Hamiduddin - ÍãíÏ ÇáÏíä - Pemuji agama -
Hamim - Íãíã - Teman karib -
Hamimi - Íãíãí - Teman karibku -
Hamiz - ÌãíÒ - Yang cerdik - kuat tampan
Hamizan - ÍãíÒÇä - Yang cerdik - kuat tampan
Hamzah - ÍãÒÉ - Kebijaksanaan -
Hamzi - ÍãÒí - Ketegasanku -
Hanafi - ÍäÝí - Kelurusanku - mazhab hanafi
Hanani - ÍäÇäí - Kasih sayangku -
Hani - åÇäí - Yang seronok - tenang mudah
Hannan - ÍäÇä - Yang penyayang - yang lembut hati
Hanif - ÍäíÝ - Yang lurus yang berpegang kepada ajaran Islam -
Hanin - Íäíä - Kerinduan -
Hanini - Íäíäí - Kerinduanku -
Hanis - ÍäíÓ - Yang warak - yang bertaqwa
Hanun - Íäæä - Yang penyayang - yang lembut hati
Haidhar - ÍíÖÑ - Yang berani - singa.
Haikal - åíßá - Kesuburan - pokok yang besar dan subur.
Haiwah - Ííæå - Kehidupan. -
Hariri - ÍÑíÑì - Sutraku - nisbah.
Haris - ÍÇÑÓ - Pengawal - pemelihara.
Harith - ÍÇÑË - Yang kuat - yang berusaha.
Harithah - ÍÇÑËå - Yang faham - pengkaji.
Hariz - ÍÇÑÒ - Pemelihara - penyimpan
Harun - åÇÑæä - Nama Nabi. -
Hasan - ÍÓä - Yang indah - yang baik
Hasanain - ÍÓäíä - Dua kebaikan. -
Hasbi - ÍÓÈì - Yang mencukupi - memadai bagiku.
Hasbullah - ÍÓÈ Çááå - Jaminan Allah - Pencukupan dari Allah.
Hasib - ÍÓíÈ - Yang berketurunan mulia. -
Hasif - ÍÕíÝ - Yang bijak / pintar - yang baik budibicara.
Adam - ÇÏã - ikutan -
Hasnun - ÍÓäæä - Yang baik. -
Hassan - ÍÓÇä - Yang cantik - yang baik.
Hasuna - ÍÓæäå - Yang cantik - yang baik.
Hasyiem - ÍÔíã - Yang bermaruah - pemalu.
Hasyim - åÇÔã - Pemurah - yang suka menjamu orang.
Hatadi - ÍÊÏì - Keaslianku - keturunanku.
Hatim - ÍÇÊã - Pemutus - penentu.
Hayyan - ÍíÇä - Yang hidup. -
Haziq - ÍÇÐÞ - Yang cerdik / pandai. -
Hazlami - ÍÐáãì - Ketangkasanku - kecepatanku.
Hazim - ÍÇÒã - Yang tegas - yang cermat
Hazman - ÍÒãÇä - Yang tegas - yang cermat
Hazmi - ÍÒãí - Ketegasanku - cermatku
Hazwan - ÍÐæÇä - Pemberian - kepatuhan
Hibatullah - åÈÉ Çááå - Pemberian Allah -
Hibban - ÍÈÇä - Yang dikasihi - Pengasih
Hibri - ÍÈÑí - Keindahanku - kecantikanku
Hidayatullah - åÏÇíÉ Çááå - Pertunjuk Allah -
Hilal - åáÇá - Bulan sabit -
Hidayat - åÏÇíÊ - Pertunjuk -
Hilali - åáÇáí - Bulan sabitku -
Hijan - åÌÇä - Yang mulia - yang berketurunan mulia
Hijazi - ÍÌÇÒí - Nisbah - tali pengikat
Hikmat - ÍßãÊ - Hikmat -
Hilman - ÍáãÇä - Kesopanan - kesabaran
Hilmi - Íáãí - Kesopanan - kesabaranku
Hisyam - åÔÇã - Kemurahan hati -
Hisyamuddin - åÔÇã ÇáÏíä - Kemurahan agama -
Hud - åæÏ - Nama Nabi -
Hulwan - ÍáæÇä - Kebajikan - balasan upah
Humaidi - ÍãíÏí - Kepujianku -
Husain - ÍÓíä - Yang cantik - yang elok
Husain - ÍÕíä - Benteng pertahanan -
Husaini - ÍÓíäí - Kebaikanku - kecantikanku
Huzaifah - ÍÐíÝÉ - Nama sahabat - pukulan lemparan
Humam - åãÇã - Yang mulia - pahlawan berani
Ibrahim - ÇÈÑÇåíã - Nama Nabi -
Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman -
Idraki - ÇÏÑÇßí - Kefahamanku -
Idris - ÇÏÑíÓ - Nama Nabi -
Ihsan - ÇÍÓÇä - Kebaikan -
Ijlal - ÇÌáÇá - Penghormatan - kekuatan
Ikhwan - ÇÎæÇä - saudara -
Ikhtiaruddin - ÇÎÊíÇÑ ÇáÏíä - Pilihan agama -
Ilmam - ÇáãÇã - Pengetahuan -
Ilyas - ÇáíÇÓ - Nama Nabi -
Ilyasa' - ÇáíÓÚ - Nama Nabi -
Ikhtiari - ÇÎÊíÇÑí - Pilihanku -
Iqbal - ÇÞÈÇá - Kunjungan - Tampilan
Irsyad - ÇÑÔÇÏ - Petunjuk -
Irsyaduddin - ÇÑÔÇÏ ÇáÏíä - Petunjuk agama -
Ishak - ÇÓÍÇÞ - Nama Nabi -
Iskandar - ÇÓßäÏÑ - Nama seorang raja -
Islam - ÇÓáÇã - Penyerahan -
Ismail - ÇÓãÇÚíá - Nama Nabi -
Iyad - ÇíÇÏ - Sokongan - kekuatan
Iyas - ÇíÇÓ - Yang mengecewakan lawan - pemberian
Iylia' - ÇíáíÇÁ - Nama Nabi -
Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kelegaan - kelapangan
Izdiyad - ÇÒÏíÇÏ - Pertambahan -
Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Perkembangan - kemajuan
Iffat - ÚÝÊ - Maruah - Kehormatan diri
Isam - ÚÕÇã - Pemeliharaan - perjanjian
Iz'aan - ÇÐÚÇä - Kepatuhan -
Iffat - ÚÝÊ - Maruah - kehormatan diri
Ifwat - ÚÝæÊ - Yang terbaik -
Ikrimah - ÚßÑãå - Nama Nabi -
Adabi - ÇÏÈí - kesopananku -
Isamuddin - ÚÕÇã ÇáÏíä - Pemeliharaan - Pegangan agama
'Imadi - ÚãÇÏí - Sokonganku -
'Imaduddin - ÚãÇÏ ÇáÏíä - Tiang agama -
'Imran - ÚãÑÇä - Kemajuan - pembangunan
'Irfan - ÚÑÝÇä - Perkenalan - pengakuan
Ismat - ÚÕãÊ - Pemeliharaan - berdaya menjauhkan diri dari maksiat
'Iyadh - 򒂅 - Gantian - Pengganti
'Iwadh - ÚæÖ - Gantian - Pengganti
'Izzat - ÚÒÊ - Kemuliaan dan kekuatan agama -
'Izzuddin - ÚÒ ÇáÏíä - Kemuliaan dan kekuatan agama -
'Izzul Islam - ÚÒ ÇáÇÓáÇã - Kemuliaan dan kekuatan Islam -
Ja'afar - ÌÚÝÑ - Anak sungai -
Jabir - ÌÇÈÑ - Yang berkeadaan baik - yang melegakan hati
Jabran - ÌÈÑÇä - Pengganti - pembetul
Jabrullah - ÌÈÑ Çááå - Pertolongan Allah -
Jabri - ÌÈÑí - Pertolonganku - keredhaanku
Jafni - ÌÝäí - Kawalanku dari kejahatan -
Jailam - Ìíáã - Bulan purnama -
Jailani - ÌíáÇäí - Nisbah -
Jalal - ÌáÇá - Kermuliaan - keagungan
Jalaluddin - ÌáÇá ÇáÏíä - Kebesaran dan kemuliaan agama -
Jalaa' - ÌáÇÁ - Keterangan kelegaan -
Jali - Ìáí - Yang terang yang nyata -
Jamal - ÌãÇá - Kecantikan -
Jamali - ÌãÇáí - Kecantikanku -
Jamaluddin - ÌãÇá ÇáÏíä - Keindahan agama -
Jamalullail - ÌãÇá Çááíá - Keindahan malam -
Jamil - Ìãíá - Yang cantik -
Jamri - ÌãÑí - Perhimpunanku -
Jarir - ÌÑíÑ - Yang menarik - yang memandu
Jaudat - ÌæÏÊ - Kebaikan - keelokkan
Jauhar - ÌæåÑ - Permata -
Jauhari - ÌæåÑí - Permataku -
Jauzi - ÌæÒí - Nisbah -
Jawad - ÌæÇÏ - Pemurah - dermawan
Jilani - ÌíáÇäí - Persiaranku -
Jiwari - ÌæÇÑí - Jaminanku - keamananku
Jauni - Ìæäí - Putih - siang
Jazil - ÌÒíá - Yang besar - yang banyak
Jazli - ÌÒáí - Yang fasih -
Jubair - ÌÈíÑ - Pertolongan - keredhaan
Juwaini - Ìæíäí - Siang - putih
Jufri - ÌÝÑí - Keluasan - yang ditengah
Juma'at - ÌãÚÉ - Hari Jumaat -
Juman - ÌãÇä - Mutiara -
Jumani - ÌãÇäí - Mutiaraku -
Junaid - ÌäíÏ - Askar - negeri
Junaidi - ÌäíÏí - Perajuritku - negeriku
Jurjani - ÌÑÌÇäí - Nisbah -
Juwaidi - ÌæíÏí - Keelokanku -
Jad - ÌÇÏ - Yang bersungguh-sungguh -
Jadulhaq - ÌÇÏ ÇáÍÞ - Jalan kebenaran -
Jazlan - ÌÐáÇä - Yang riang gembira -
Jazali - ÌÐáí - Kerianganku -
Jazuli - ÌÒæáí - Pembesar - nisbah
Jahid - ÌÇåÏ - Yang berusaha - yang bersungguh-sungguh
Jahir - ÌåíÑ - Yang cantik - yang bersuara lantang
Jihad - ÌåÇÏ - Perjuangan kerana mempertahankan agama -
Kalmani - ßáãÇäí - Yang fasih - yang baik percakapannya
Kailani - ßíáÇäí - Nisbah -
Kaisan - ßíÓÇä - Yang bijak -
Kamal - ßãÇá - Kesempurnaan -
Kamaluddin - ßãÇá ÇáÏíä - Kesempurnaan agama -
Kamil - ßÇãá - Yang sempurna -
Kauthar - ßæËÑ - Nikmat yang banyak -
Kazim - ßÇÙã - Yang menahan marah -
Kafil - ßÝíá - Penjamin -
Adhwa' - ÇÖæÇ - cahaya -
Karami - ßÑÇãí - Kemuliaanku -
Karim - ßÑíã - Yang mulia -
Kuram - ßÑÇã - yang mulia -
Khabir - ÎÈíÑ - Yang pakar yang berpengalaman -
Khair - 뒄 - Kebajikan - yang baik
Khairi - ÎíÑí - Kebaikanku -
Khairani - ÎíÑÇäí - kebaikanku - kebajikanku
Khairuddin - ÎíÑ ÇáÏíä - Sebaik-baik agama -
Khairulanam - ÎíÑ ÇáÇäÇã - sebaik-baik manusia -
Khairulanwar - ÎíÑ ÇáÇäæÇÑ - Sebaik-baik cahaya -
Khairuzzaman - ÎíÑ ÇáÒãÇä - Sebaik-baik masa -
Khalaf - ÎáÝ - Anak yang soleh -
Khaladi - ÎáÏí - akalku -
Khaldun - ÎáÏæä - Kekekalan -
Khalid - ÎÇáÏ - Yang kekal -
Khalifah - ÎáíÝÉ - Wakil. Pengganti -
Khalil - Îáíá - Sahabat yang khusus - yang istimewa
Khalis - ÎÇáÕ - Yang bersih - suci
Khamis - ÎãíÓ - Hari Khamis -
Khattab - ÎØÇÈ - Yang banyak berpidato -
Khatib - ÎØíÈ - Pemidato - pensyarah
Khuldi - ÎáÏí - Kekekalanku -
Khumaini - Îãíäí - Nisbah - ramalan
Khuwailid - ÎæíáÏ - Yang kekal -
Khuwarizmi - ÎæÇÑÒãí - Nisbah -
Qabus - ÞÇÈæÓ - Yang kacak -
Qamari - ÞãÑí - Bulanku -
Qamaruddin - ÞãÑ ÇáÏíä - Bulan agama -
Qamarul Arifin - ÞãÑ ÇáÚÇÑÝíä - Bulan orang 'arif -
Qamaruzzaman - ÞãÑ ÇáÒãÇä - Bulan masa -
Qamarul Islam - ÞãÑ ÇáÇÓáÇã - Bulan Islam -
Qandil - ÝäÏíá - Pelita -
Qairawani - ÞíÑæÇäí - Nisbah -
Qasim - ÞÇÓã - Pembahagi - peneliti
Qasiem - ÞÓíã - Yang cantik -
Qastalani - ÞÓØáÇäí - Nisbah -
Qarar - ÞÑÇÑ - Ketetapan - asas
Qatadah - ÞÊÇÏå - Nama sahabat -
Qawiem - Þæíã - Yang lurus -
Qiwamuddin - ÞæÇã ÇáÏíä - Asas agama -
Qurtubi - ÞÑØÈí - Nisbah -
Qusyairi - ÞÔíÑí - Nisbah - hujan
Qutaibah - ÝÊíÈå - Nama Tabi'e -
Qutub - ÞØÈ - Ketua - asas
Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama -
Qutbul Islam - ÝØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam -
Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku
Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal
Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan -
Lam'aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku -
Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan
Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih -
Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan
Lutfi - áØÝí - lemah lembutku - kesopananku
Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏÈä - Panji agama -
Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan -
Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi -
Lut - áæØ - Nama Nabi -
Ma'mun - ãÇÁãæä - Yang aman -
Ma'an - ãÚä - Yang mudah -
Ma'sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara -
Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan -
Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama. -
Qutbul Islam - ÞØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam. -
Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku.
Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal
Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan santun. -
Lam'aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku - gemerlapanku.
Adib - ÇÏíÈ - yang berpengetahuan -
Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan.
Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih. -
Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan.
Lutfi - áØÝí - Lemah lembutku - kesopananku.
Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏíä - Panji agama. -
Liwaul Islam - áæÇÁ ÇáÇÓáÇã - Panji Islam. -
Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan. -
Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi. -
Lut - áæØ - Nama Nabi. -
Ma'mun - ãÇÁãæä - Yang aman. -
Ma'an - ãÚä - Yang mudah. -
Ma'sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara. -
Mahir - ãÇåÑ - Mahir - bijak
Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan. -
Maddah - ãÏÇÍ - Yang banyak memuji. -
Madhi - ãÏÍí - Pujianku. -
Mahdhar - ãÍÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. -
Mahadhir - ãÍÇÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. -
Mahdi - ãåÏí - Yang dipimpin - yang beroleh hidayat.
Mahlam - ãÍáã - Kesopanan -
Mahmud - ãÍãæÏ - Yang terpuji. -
Mahfuz - ãÍÝæÙ - Yang terpelihara. -
Maisarah - ãíÓÑå - Kesenangan - kekayaan.
Maisur - ãí - Yang senang. -
Maimun - ãíãæä - Yang diberkati. -
Majdi - ãÌÏí - Kemuliaanku - kebesaranku.
Makram - ãßÑã - Yang mulia. -
Makhzumi - ãÎÒæãí - Nisbah. -
Makhluf - ãÎáæÝ - Yang diberi gantian. -
Mamduh - ããÏæÍ - Yang terpuji. -
Manaf - ãäÇÝ - Ketinggianku - kenaikan.
Mannan - ãäÇä - Pemurah. -
Mandub - ãäÏæÈ - Wakil. -
Mansur - ãäÕæÑ - Yang menang - yang mendapat pertolongan.
Marami - ãÑÇãí - Cita-citaku - keinginanku
Masrur - ãÓÑæÑ - Yang gembira -
Mifdhal - ãÝÖÇá - Yang amat mulia. -
Mar'ie - ãÑÚí - Yang terpelihara - yang terkawal.
Maududi - ãæÏæÏí - Yang dikasihi -
Mawardi - ãÇæÑÏí - Air mawarku -
Masyhur - ãÔåæÑ - Yang terkenal -
Munajat - ãäÇÌÇÊ - Bisikan doa -
Munaji - ãäÇÌí - Yang berdoa -
Munawwar - ãäæÑ - Yang bercahaya -
Munib - ãäíÈ - Yang bertaubat -
Misbah Munir - ãÕÈÇÍ ÇáãäíÑ - Pelita yang menyinari. -
Munir - ãäíÑ - Yang menerangi -
Munjid - ãäÌÏ - Yang memberi pertolongan - penyahut seruan
Mit'aa' - ãÚØÇÁ - Dermawan. -
Miqdam - ãÞÏÇã - Yang berani. -
Muntakhab - ãäÊÎÈ - Yang dipilih - yang dilantik
Munzir - ãäÐÑ - Yang memberi ingatan - amaran
Mu'ammar - ãÚãÑ - Yang panjang umur -
Murad - ãÑÇÏ - Yang diingini - yang dikehendaki
Murtadha - ãÑÊÖì - Yang redha -
Mu'az - ãÚÇÐ - Yang dilindungi - nama sahabat.
Musa - ãæÓì - Nama Nabi -
Mubarak - ãÈÇÑß - Yang diberkati. -
Musaiyar - ãÓíÑ - Yang dikendalikan oleh Allah -
Muslih - ãÕáÍ - Yang memulihkan - yang memperbaiki
Mubin - ãÈíä - Yang nyata - yang terang.
Muslihin - ãÕáÍíä - Yang memulihkan - yang memperbaiki
Muslihuddin - ãÕáÍ ÇáÏíä - Pemulih agama -
Mudrikah - ãÏÑßÉ - Yang kuat kefahamannya. -
Muslim - ãÓáã - Yang menyerah diri kepada Allah -
Mustafa - ãÕØÝì - Yang terpilih -
Mustanir - ãÓÊäíÑ - Yang bersinar -
Mustaqim - ãÓÊÞíã - Yang lurus -
Mutammim - ãÊãã - Yang menyempurnakan -
Mutie' - ãØíÚí - Yang taat -
Muhaimin - ãåíãä - Yang berkuasa - yang memelihara dan mengawal.
Mutawalli - ãÊæáí - Yang mengurus - yang mengendali
Muhammad - ãÍãÏ - Yang terpuji. -
Muttalib - ãØáÈ - Yang menuntut dari masa kesemasa -
Muzhaffar - ãÙÝÑ - Yang beroleh kemenangan -
Muharram - ãÍÑã - Bulan Muharram. -
Muhsan - ãÍÕä - Yang terpelihara kehormatannya. -
Nasri - äÕÑí - Pertolonganku -
Nasruddin - äÕÑ ÇáÏíä - Pertolongan Agama -
Muhsin - ãÍÓä - Yang membuat kebaikan dan ihsan. -
Nasrullah - äÕÑ Çááå - Pertolongan Allah -
Nasrun - äÕÑæä - Pertolongan -
Muhtaram - ãÍÊÑã - Yang dihormati. -
Nasrulhaq - äÕÑ ÇáÍÞ - Pertolongan kebenaran -
Nawawi - äææí - Nisbah -
Nasyit - äÔíØ - Yang cergas -
Muhajir - ãåÇÌÑ - Yang berhijrah. -
Nawi - äÇæí - Ketua -
Naufal - äæÝá - Pemurah - dermawan
Nasyat - äÔÇØ - Kecergasan -
Nazih - äÒíå - Yang bersih - yang suci
Nazim - äÇÙã - Penyajak -
Nazmi - äÙãí - Keindahanku - bintangku
Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama. -
Nikmat - äÚãÉ - Nikmat -
Nikmatullah - äÚãÉ Çááå - Nikmat Allah -
Nizamuddin - äÙÇã ÇáÏíä - Peraturan agama -
Nizar - äÒÇÑ - Yang memerintah -
Nu'aim - äÚíã - nikmat -
Nufail - äÝíá - Pemberian - hadiah
Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang yang berhijra -
Nujaid - äÌíÏ - Keberanian -
Nu'man - äÚãÇä - Kebaikan - kenikmatan
Nuri - äæÑí - Cahayaku -
Nuruddin - äæÑ ÇáÏíä - Cahaya agama -
Nurulhaq - äæÑÇáÍÞ - Cahaya kebenaran -
Nurul Islam - äæÑ ÇáÇÓáÇã - Cahaya Islam -
Nur Hidayat - äæÑ ÇáåÏÇíÉ - Cahaya petunjuk -
Nabih - äÈíå - Yang cerdas - yang masyhur
Nabil - äÈíá - Yang cerdik - yang mulia
Nadawi - äÏæí - Nisbah] -
Nadhir - äÖíÑ - Yang berseri-seri -
Nadiy - äÏí - Pemurah -
Nadzir - äÇÙÑ - Pegawai - pemeriksa
Nafie' - äÇÝÚ - Yang bermanfaat -
Nafis - äÝíÓ - Yang bernilai -
Nuh - äæÍ - Nama Nabi -
Nujaid - äÌíÏ - Keberanian - bantuan.
Muhtaram - ãÍÊÑÇã - Yang dihormati -
Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama -
Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang berjihad kerana agama -
Mujtaba - ãÌÊÈì - Yang terpilih -
Mujtahid - ãÌÊåÏ - Yang tekun dan rajin -
Mujibuddin - ãÌíÈ ÇáÏíä - Penyahut seruan agama -
Mujibur Rahman - ãÌíÈ ÇáÑÍãä - Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih -
Mui'nuddin - ãÚíä ÇáÏíä - Pembela agama -
Mui'zuddin - ãÚÒ ÇáÏíä - Yang memuliakan agama -
Mukahhal - ãßÍá - Yang cantik -
Mukhtar - ãÎÊÇÑ - Yang terpilih - yang memilih
Omar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - yang mendiami
Onn - Úæä - Pertolongan - bantuan
Othman - ÚËãÇä - Yang tekun - nama Sahabat
Rabbani - ÑÈÇäí - yang arif dan soleh -
Radhi - ÑÇÖí - Yang rela - yang redha
Ra'fat - ÑÇÁÝÊ - Belas kasihan -
Rafi' - ÑÇÝÚ - Yang meninggikan -
Rafid - ÑÇÝÏ - Pembantu - pemberi
Rafie' - ÑÝíÚ - Yang tinggi - dan mulia
Rafiq - ÑÝíÞ - Teman -
Rafi'uddin - ÑÝíÚ ÇáÏíä - Penjulang agama -
Rahimi - ÑÍíãí - Kesayanganku -
Rahmat - ÑÍãÊ - Rahmat - belas kasihan
Raid - ÑÇÆÏ - Ketua - pemandu
Raimi - Ñíãí - Kelebihanku -
Rais - ÑÆíÓ - Ketua -
Raiyan - ÑíÇä - Yang puas - yang tidak dahaga
Rajab - ÑÌÈ - Bulan Rejab -
Rajaie - ÑÌÇÆí - Harapanku -
Rajaa' - ÑÌÇÁ - Harapan -
Raji - ÑÇÌí - Yang mengharap -
Rakin - Ñßíä - yang bersopan dan berfikiran wajar -
Ramadhan - ÑãÖÇä - Bulan Ramadhan -
Ramli - Ñãáí - Penghalusanku - ketelitianku
Ramzi - ÑãÒí - Lambangku -
Rasin - ÑÕíä - Yang wajar - yang kukuh
Rasmi - ÑÓãí - Lukisanku - yang rasmi
Rasyad - ÑÔÇÏ - Pertunjuk -
Rasydan - ÑÔÏÇä - Pertunjuk -
Rasyid - ÑÔíÏ - Yang mendapat petunjuk dan yang lurus -
Rawi - Ñæí - Yang sihat akal dan badan -
Rawiyani - ÑæíÇäí - Keindahanku -
Razi - ÑÇÒí - Nisbah -
Razin - ÑÒíä - Yang tenang yang wajar - yang sopan
Ridha - ÑÖÇ - Keredhaan -
Ridhauddin - ÑÖÇÁ ÇáÏíä - Keredhaan agama -
Ridhwan - ÑÖæÇä - Keredhaan -
Rif'at - ÑÝÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat
Rifa'at - ÑÝÇÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat
Rifa'ie - ÑÝÇÚí - Yang tinggi darjah - yang mulia
Rifaa' - ÑÝÇÁ - Persetujuan -
Rifaie - ÑÝÇÆì - Persetujuanku - kesesuaianku
Rifdi - ÑÝÏí - Pertolonganku - Pemberianku
Riyadh - ÑíÇÖ - Taman - kebun
Rukaini - Ñßíäí - Kekuatanku - ketahananku
Ruknuddin - Ñßä ÇáÏíä - Tiang - ketahanan agama
Ruslan - ÑÓáÇ - Utusan -
Rusli - ÑÓáí - Utusanku -
Rusydi - ÑÔÏí - Kecerdikanku - kelurusanku
Rusyduddin - ÑÔÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama - petunjuk
Ruzaini - ÑÒíäí - Tempat ketenteramanku -
Saad - ÓÚÏ - Kebahagiaan -
Sa'di - ÓÚÏí - Kebahagiaanku -
Sa'aduddin - ÓÚÏ ÇáÏíä - Kebahagiaan agama -
Sa'dan - ÓÚÏÇä - Kebahagiaan -
Sa'dun - ÓÚÏæä - Kebahagiaan -
Sabar - ÕÈÑ - Kesabaran -
Sabiq - ÓÇÈÞ - Yang terkemuka - yang mendahului
Sabir - ÕÇÈÑ - Yang sabar] -
Sabqi - ÓÈÞí - Pendahuluanku - keutamaanku
Sabran - ÕÈÑÇä - Yang sabar -
Sabur - Õ龄 - Penyabar -
Sadad - ÓÏÇÏ - Kelurusan - ketetapan
Sadari - ÕÏÇÑí - Kepimpinanku - kemajuanku
Sadat - ÓÇÏÇÊ - Ketua - pemimpin
Sadid - ÓÏíÏ - Yang lurus - yang tepat
Sadiduddin - ÓÏíÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama -
Sadiq - ÕÇÏÞ - Yang berkata benar -
Sadiy - ÓÏí - Yang baik hati - yang berbudi
Sadruddin - ÕÏÑ ÇáÏíä - Pemimpin agama -
Safiy - ÕÝí - Sahabat yang ikhlas -
Safiuddin - ÕÝí ÇáÏíä - Kesucian agama -
Safwan - ÕÝæÇä - Yang bersih yang ikhlas -
Safwat - ÕÝæÉ - Kebersihan - keikhlasan
Sahal - Óåá - Yang mudah - yang senang
Sahlan - ÓåáÇä - Yang mudah - yang senang
Sahli - Óåáí - Kemudahanku -
Saib - ÕÇÆÈ - Yang betul -
Sa'id - ÓÚíÏ - Yang bahagia -
Sayyid - ÓíÏ - Ketua - pemimpin
Sayyidi - ÓíÏí - Ketuaku -
Sa'idun - ÓÚíÏæä - Yang bahagia -
Saifuddin - ÓíÝ ÇáÏíä - Pedang agama -
saiful Islam - ÓíÝ ÇáÇÓáÇã - Pedang Islam -
Saifullah - ÓíÝ Çááå - Pedang Allah -
Sakan - Óßä - Keberkatan - rahmat
Sakani - Óßäí - Keberkatanku - rahmatku
Sakhawi - ÓÎÇæí - Kemurahan hati - nisbah
Salahuddin - ÕáÇÍ ÇáÏíä - Kebaikan agama -
Salam - ÓáÇã - kesejahteraan -
Salamat - ÓáÇãÉ - Kesejahteraan -
Sali - ÓÇáí - Penghibur -
Salih - ðÇáÍ - Yang baik -
Salihin - ÕÇáÍíä - Yang baik -
Salim - ÓÇáã - Yang sejahtera -
Salman - ÓáãÇä - Yang sejahtera - yang selamat
Samahat - ÓãÇÍÉ - Kemaafan - kebaikan hati
Sam'aan - ÓãÚÇä - Pendengtaran -
Sami - ÓÇãí - Yang Tinggi - yang mulia
Samih - ÓãíÍ - Pemaaf - yang baik hati
Samir - ÓãíÑ - Rakan mesra -
Sam'oun - ÓãÚæä - Pendengaran -
Sanad - ÓäÏ - Sandaran - tempat bergantung
Sanhaji - ÕäåÇÌí - nisbah -
Sanim - Óäíã - Yang tinggi darjat -
Saniy - Óäí - Yang tinggi kedudukannya -
Sanusi - ÓäæÓí - Nisbah -
Sarkhawi - ÓÑÎÓí - Nisbah -
Sariy - ÓÑí - Yang pemurah lagi mulia -
Sariyan - ÓÑíÇä - Yang pemurah lagi mulia -
Sa'atari - ÓÚÊÑí - Yang mulia - yang berani
Sa'ud - ÓÚæÏ - Yang bahagia -
Sayuti - ÓíæØí - Nisbah -
Siddiq - ÕÏíÞ - Yang membenarkan -
Sidqi - ÕÏÞí - Kebenaranku -
Silmi - Óáãí - Kedamaiaanku -
Sima - ÓíãÇ - Tanda - gaya
Simia - ÓíãíÇÁ - Tanda - keindahan
Sinwan - ÕäæÇä - Kembar -
Siraj - ÓÑÇÌ - Pelita -
Sirajuddin - ÓÑÇÌ ÇáÏíä - Pelita agama -
Sirhan - ÓÑÍÇä - Berani -
Sirin - ÓíÑíä - Nama seorang Tabi'e -
Su'aidi - ÓÚíÏí - Kebahagiaanku -
Subaih - ÕÈíÍ - Subuh -
Subhi - ÕÈÍí - Subuhku -
Subuki - ÓÈßí - Nisbah] -
Sufi - ÕæÝí - Ahli Tasawwuf -
Sufyan - ÓÝíÇä - Nama sahabat - debu tanah
Suhaib - ÕåíÈ - Putih kemerahan - nama sahabat
Suhail - Óåíá - Senang - mudah
Suhaili - Óåíáí - Kemudahanku -
Suhair - ÓåíÑ - Yang berjaga -
Suhaimi - ÓÍíãí - Nisbah - kehitaman
Sulaim - Óáíã - Yang sejahtera -
Sulaiman - ÓáíãÇä - Nama Nabi - yang sejahtera
Sulaimi - Óáíãí - Kesejahteraanku -
Sulhi - ÕáÍí - Kedamaianku -
Sumsuman - ÓãÓãÇä - Yang lemah lembut -
Sulwan - ÓáæÇä - Ketenteraman - kelegaan
Sururi - ÓÑæÑí - kegembiraanku -
Suwadi - ÓæÇÏí - Rahsiaku -
Sya'rani - ÔÚÑÇäí - Nisbah -
Sya'ban - ÔÚÈÇä - Bulan Sya'ban -
Syabil - ÔÇÈá - Yang besar dalam kesenangan -
Syadad - ÔÏÇÏ - Yang perkasa -
Syafa'at - ÔÝÇÚÉ - Pembelaan - pertolongan
Syafi'ie - ÔÇÝÚí - Pembelaku - nisbah
Syafiq - ÔÝíÞ - Penyayang -
Syahamah - ÔåÇãå - Kemuliaan - kebijaksanaan
Syahmi - Ôåãí - Yang mulia - yang bijak
Syahir - ÔåíÑ - Yang masyhur -
Syahiran - ÔåíÑÇä - Yang terkenal -
Syahin - ÔÇåíä - Tiang neraca -
Syahrastani - ÔåÑÓÊÇäí - Nisbah -
Syakir - ÔÇßÑ - Pengenang budi - yang bersyukur
Syamim - Ôãíã - Keharuman -
Syamsuddin - ÔãÓ ÇáÏíä - Matahari agama -
Syamsuzzaman - ÔãÓ ÇáÒãÇä - Matahari masa -
Syamsi - ÔãÓí - Matahariku -
Syaraf - ÔÑÝ - Kemuliaan -
Syarafuddin - ÔÑÝ ÇáÏíä - Kemuliaan agama -
syarbini - ÔÑÈíäí - Nisbah -
Syarif - ÔÑíÝ - Yang mulia -
Syarifuddin - ÔÑÈÝ ÇáÏíä - Yang mulia agama -
Sya'rawi - ÔÚÑÇæí - Nisbah -
Syarqawi - ÔÑÞÇæí - Nisbah kepada Timur -
Syatbi - ÔØÈí - Yang tinggi - yang cantik
Syatibi - ÔÇØÈí - Nisbah yang cantik -
Syukani - ÔæßÇäí - Nisbah kekuatan -
Syaukat - ÔæßÊ - Kekuatan -
Syawal - ÔæÇá - Bulan syawal -
Syazali - ÔÇÐÇáí - Nisbah -
Syazani - ÔÒäí - Kecergasanku -
Syazwan - ÔÐæä - Harum kasturi -
Syazwi - ÔÐæí - keharumanku -
Syimir -  - Yang bertekad -
Syirazi - ÔíÑÇÒ - Nisbah kepada Syiraz -
Syibli - ÔÈáí - Nisbah anak singa -
Syihabuddin - ÔåÇÈ ÇáÏíä - Bintang agama -
Syinnawi - ÔäÇæí - Nisbah -
Syu'aib - ÔÚíÈ - Nama Nabi -
Syu'bah - ÔÚÈå - Nama sahabat - cabang
Syubrawi - ÔÈÑÇæí - Nisbah -
Syukur - Ôᑥ - Kesyukuran -
Syuraih - ÔÑíÍ - Kelegaan - kelapangan
Syukri - ÔßÑí - Kesyukuranku -
Syuhrabil - ÔÑÍÈíá - Nama Sahabat -
Syuwari - ÔæÇÑí - Kecantikanku - perhiasanku
Tabani - ÊÈäí - Kebijaksanaanku -
Tabarani - ØÈÑÇäí - Nisbah -
Tabari - ØÈÑí - Nisbah -
Tabin - ÊÈä - Yang cerdik -
Taha - Øå - Nama Nabi -
Tahawi - ØÍÇæí - Nisbah -
Tahir - ØÇåÑ - Yang bersih -
Taib - ØíÈ - Yang baik -
Taimiyah - Êíãíå - Nisbah -
Tajuddin - ÊÇÌ ÇáÏíä - Mahkota agama -
Tajuzzaman - ÊÇÌ ÇáÒãÇä - Mahkota masa -
Tal'at - ØáÚÊ - Ketinggian - pucuk
Talal - ØáÇá - Keindahan - kegembiraan
Talhah - ØáÍÉ - Nama sahabat - anak pokok
Talib - ØÇáÈ - Penuntut -
Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan -
Tamim - Êãíã - Yang sempurna -
Tamimi - Êãíãí - Yang sempurna -
Tamamulqamar - ÊãÇã ÇáÞãÑ - Bulan purnama -
Tamrin - ÊãÑíä - Latihan -
Taqiuddin - ÊÞí ÇáÏíä - Yang bertaqwa -
Tariq - ØÇÑÞ - Bintang subuh - yang mengetuk
Tasnim - ÊÓäíã - air diSyurga yang mengalir dari atas -
Taufiq - ÊæÝíÞ - Pertolongan -
Tawadhu' - ÊæÇÖÚ - Perendahan diri -
Tirmuzi - ÊÑãÐí - Nisbah -
Tiftazani - ÊÝÊÇÒÇäí - Nisbah -
Tihami - ÊåÇãí - Nisbah -
Tibyan - ÊÈíÇä - Penerangan -
Tilimsani - ÊáãÓÇäí - Nisbah -
Tiryaq - ÊÑíÇÞ - Penawar bagi racun - geliga
Thabat - ËÈáÊ - Ketabahan -
Thabati - ËÈÇÊí - Ketabahanku -
Thabit - ËÇÈÊ - Yang tabah -
Thariy - ËÑí - Yang kaya -
Tharwan - ËÑæÇä - Yang kaya -
Tharwat - ËÑæÇÊ - Kekayaan -
Thaqib - ËÇÞÈ - Yang bijak - yang masyhur
Thaqif - ËÞíÝ - Yang bijak dan cepat faham -
Thubat - ËÈáÊ - Pahlawan yang berani -
Ubaid - ÚÈíÏ - Hamba - nama sahabat
'Ubadah - ÚÈÇÏå - Ibadah - nama sahabat
'Ukasyah - ÚßÇÔå - Labah-labah - nama sahabat
'Ubaidullah - ÚÈíÏ Çááå - Hamba Allah -
'Umar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - nama sahabat
'Umaiyah - ÇãíÉ - Nama sahabat -
'Urabi - ÚÑÇÈí - Kearaban - beresemagat arab
'Urwah - 򄾃 - Tangkai - pegangan
Usaid - ÇÓíÏ - Yang berani -
Usamah - ÇÓÇãå - Yang berani -
Uthman - ÚËãÇä - Yang rajin - dan gigih
Utaibah - ÚÊíÈå - Persimpangan - teguran sahabat
Waki - æßíÚ - Yang kuat -
Wajdi - æÌÏí - Kesayanganku -
Wajih - æÌíå - Yang terkemuka -
Wajihuddin - æÌíå ÇáÏíä - Yang terkemuka pada agama -
Walid - æáíÏ - Kelahiran - yang dilahirkan
Waliuddin - æáí ÇáÏíä - Pembela agama -
Waqar - æÞÇÑ - Kketenangan dan sopan santun -
Waqiuddin - æÞí ÇáÏíä - Pemelihara agama -
Waqur - æÞæÑ - Yang tenang -
Wardi - æÑÏí - Bunga mawarku -
Warid - æÇÑÏ - Yang berani -
Wasim - æÓíã - Yang kacak - cantik
Wasil - æÇÕá - Penyambung - penghubung
Zabad - ÒÈÇÏ - Keharuman kasturi -
Zabadi - ÒÈÇÏí - Keharumanku -
Zabidi - ÒÈíÏí - Yang memberi - yang membuat mentega
Zahab - ÐåÈ - Emas -
Zabir - ÒÈíÑ - Yang pintar - yang kuat
Zahabi - ÐåÈí - Emasku -
Zahi - 񂌄 - Yang gilang gemilang -
Zahid - ÒÇåÏ - Yang berzuhud -
Zahir - 񂌄 - Yang cantik berseri -
Zahier - 􌒄 - penolong - pembela
Zahiruddin - ÙåíÑ ÇáÏíä - Penolong - pembela agama
Zahhar - 񌂄 - Yang sangat bergemerlapan -
Zahil - ÒÇåá - Yang tenang hati -
Zahran - ÒåÑÇä - Yang cantik dan berseri -
Zaid - ÒíÏ - Pertambahan - kelebihan
Zaidan - ÒíÏÇä - Yang bertambah - yang berlebihan
Zaidani - ÒíÏÇäí - Yang bertambah -
Zaini - Òíäí - Perhiasanku -
Zakaria - ÒßÑíÇ - Nama Nabi -
Zaki - Ðßí - Yang cerdik - yang harum.
Zaki - Òßí - Yang baik - yang suci.
Zakir - ÐÇßÑ - Yang berzikir - yang mengenang.
Zakur - ÐßæÒ - Yang banyak berzikir - yang kuat ingatan.
Zakwan - ÐßæÇä - Yang cerdik - yang harum.
Zainuddin - Òíä ÇáÏíä - Perhiasan agama. -
Zainulabidin - Òíä ÇáÚÇÈÏíä - Perhiasan orang yang beribadat. -
Zainulariffin - Òíä ÇáÚÇÑÝíä - Perhiasan orang yang arif. -
Zainun - Òíäæä - Perhiasan. -
Zami' - ÒãíÚ - Yang berani dan gigih. -
Zamir - 񋒄 - Yang cantik. -
Zamzam - ÒãÒã - Air Zamzam -
Zayan - Ðåä - Yang cantik. -
Zayani - ÒíÇäí - Yang cantik. -
Zarkasyi - ÒÑßÔí - Nisbah. -
Zawawi - ÒÇææí - Nisbah - sudut.
Zawir - 񾒄 - Ketua - pemimpin.
Zahin - - Yang cerdik. -
Zihni - Ðåäí - Kefahamanku - kekuatan akalku.
Zikri - ÐßÑí - Ingatanku - kenanganku.
Zimam - 񋂋 - Pemimpin - teraju.
Ziyad - ÒíÇÏ - Pertambahan - kelebihan.
Ziyan - 񒂊 - Perhiasan. -
Zubaidi - ÒÈíÏí - Pemberianku - pilihanku yang terbaik.
Zubair - ÒÈíÑ - Yang gagah perkasa - yang pintar.
Zufar - ÒÝÑ - Ketua - yang berani
Zuhaili - Òåíáí - Yang tenang hati. -
Zuhair - 񌒄 - Yang berseri - bunga.
Zuhairi - ÒåíÑí - Yang berseri - bungaku.
Zuhdi - ÒåÏí - Zuhudku - kebencianku kepada dunia .
Zuhrah - 񌄃 - Kecantikan yang menarik - keputihan yang cantik.
Zuhri - 񌄒 - Kecantikanku. -
Zuhnun - Ðåäæä - Yang cerdik. -
Zulfadhli - ÐæÇáÝÖáí - Yang mempunyai kelebihan. -
Zulfaqar - ÐæÇáÝÞÇÑ - Nama pedang Nabi Muhammad. -
Zulhilmi - ÐæÇáÍáã - Yang mempunyai kesabaran dan kesopanan. -
Zulhusni - ÐæÇáÍÓä - Yang mempunyai kebaikan dan kecantikan -
Zuljamaj - ÐæÇáÌãÇá - Yang mempunyai kecantikan. -
zulkamal - ÐæÇáßãÇá - Yang mempunyai kesempurnaan. -
Zulkaram - ÐæÇáßÑã - Yang mempunyai kemuliaan' -
Zulqarnain - ÐæÇáÞÑäíä - Nama seorang raja. -
Zulkifli - ÐæÇáßÝá - Nama Nabi. -
Zulmajdi - ÐæÇáãÌÏ - Yang mempunyai kemuliaan. -
Zunnun - ÐæÇáäæä - Gelaran Nabi Yunus. -
Zunnur - ÐæÇáäæÑ - Yang bercahaya. -
Zunnurain - ÐæÇáäæÑíä - Yang mepunyai dua cahaya -
Zulwaqar. - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan - kesopanan.
Ababah - ÇÈÇÈå - Kerinduan -
Abadiah - ÇÈÏíÉ - Yang kekal -
Abidah - ÇÈÏå - ÅYang bermukim - yang tinggal menetap
Abyan - ÇÈíÇä - Yang nyatadan jelas -
Adabiah - ÇÏÈíå - kesopanan dan kesusasteraan -
Adibah - ÇÏíÈå - Yang berpengetahuan tinggi -
Afiqah - ÇÝíÞå - Yang sangat pemurah -
Ahlam - ÇÍáÇã - Impian - kehalusan
Aiman - ÇíãÇä - Keberkatan - kekuatan
Aimuni - Çíãäì - Keberkatanku -
Akalili - ÇßÇáíáí - mahkotaku -
Akidah - ÇßíÏå - yang kuat - teguh
Alaa - ÇáÇÁ - nikmat-nikmat -
Allifat - ÇáíÝÉ - teman - penglipur
Almas - ÇáãÇÓ - berlian -
Alwani - ÇáæÇäí - warna-warni -
Amal - ÇãÇá - harapan - cita-cita
Amalina - ÇãÇáíäÇ - panjang usia dan kenikmatan hidup kami -
Amanah - ÇãÇäå - amanah dan kepercayaan -
Amani - ÇãÇäí - cita-citaku - ketenanganku dan perlindungku
Badaah - ÈÏÇÁÉ - Lintasan fikiran -
Badi'ah - ÈÏíÚÉ - Yang indah -
Badihah - ÈÏíåå - Kefahaman yang cepat -
Badilah - ÈÏíáå - Gantian yang mulia -
Badriah - ÈÏÑíå - Bulan purnama -
Bahiah - Èåíå - Yang gemilang - yang berseri
Bahijah - ÈåíÌå - Yang gembira -
Bahirah - ÈÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik
Bahjah - ÈåÌÉ - Keriangan - keindahan
Bahriah - ÈåÑíå - Gemerlapan -
Balasan - ÈáÓÇä - Sejenis bunga yang wangi -
Balighah - ÈáíÛÉ - Yang petah - Yang fasih
Balilah - Èáíáå - Angin yang dingin beserta embun -
Balqis - ÈáÞíÓ - Nama Ratu Kerajaan Saba' -
Bara'ah - ÈÑÇÁå - Kebersihan - kebebasan dari tuduhan
Barieah - ÈÑíÆå - Yang bersih - yang tidak bersalah
Bari'ah - ÈÇÑÚÉ - Yang pandai - yang mahir
Basatah - ÈÓÇØå - Kemudahan -
Bastah - ÈÓØå - Keluasan - kesenangan
Basirah - ÈÕíÑå - Yang bijak -
Basitah - ÈÇÓØå - Yang menyenangkan -
Basyirah - ÈÔíÑÉ - Penyampai berita gembira -
Basimah - ÈÇÓãå - Yang tersenyum -
Bassamah - ÈÓÇãå - Yang tersenyum -
Bazilah - ÈÇÒáå - Yang pintar -
Bazlaa' - ÈÒáÇÁ - Yang bijak -
Baiyinah - ÈíäÉ - Bukti - hujjah
Billah - Èáå - Rezeki - kebajikan
Bisyarah - ÈÔÇÑÉ - Berita gembira -
Bunanah - ÈäÇäå - Taman indah -
Burhanah - ÈÑåÇäå - Hujjah - alasan
Busrah - ÈÓÑÉ - Kesegaran - kemekaran
Busyra - ÈÔÑì - Khabar gembira -
Dahiyah - ÏÇåíå - Yang pintar -
Dahliah - ÏåáíÉ - Sejenis bunga -
Dalilah - ÏáíáÉ - Petunjuk - bukti
Damia' - ÏÇãíÇÁ - Kebajikan - keberkatan
Dawama - ÏæÇãÇ - Kekekalan -
Dariah - ÏÇÑíÉ - Yang mengetahui -
Dinah - Ïíäå - Ketaatan - adat
Diyanah - ÏíÇäå - Agama -
Durrah - ÏÑå - Mutiara -
Durar - ÏÑÑ - Mutiara-mutiara -
Durriyah - ÏÑíå - Mutiara -
Dhabitah - ÖÇÈØÉ - Yang cekap - kuat ingatan dan hafalan
Dhamanah - ÖãÇãå - Jaminan -
Dhamirah - ÖãíÑÉ - Jiwa - hati kecil
Dhaniyah - ÖÇäíÉ - Yang bertambah -
Fadhilah - ÝÇÖáÉ - Yang mulia - yang utama
Fadhilah - ÝÖíáÉ - Kemuliaan - kelebihan
Fahimah - ÝåíãÉ - Yang faham -
Faidah - ÝÇÆÏå - Yang berfaedah - yang lebih
Faiqah - ÝÇÆÞå - yang mengatasi yang lain -
Fairuz - ÝíÑæÒ - sejenis batu permata berwana kebiru-biruan -
Fayyadah - ÝíÇÖå - Yang sangat pemurah -
Farah - ÝÑÍ - Kegirangan -
Farhah - ÝÑÍå - Kegirangan -
Farhanah - ÝÑÍÇäÉ - Yang riang gembira -
Faridah - ÝÑíÏå - Yang tunggal - yang istimewa
Fasihah - ÝÕíÍå - Yang fasih bercakap -
Fatanah - ÝØÇäÉ - Kebijaksanaan -
Fathiah - ÝÊÍíÉ - Pembukaan - pertolongan
Fakhriah - ÝÎÑíÉ - Kebanggaan -
Fatimah - ÝÇØãÉ - Yang tidak menyusu lagi -
Fatin - ÝÇÊä - Yang cantik menawan -
Fatinah - ÝÇØäÉ - yang bijaksana -
Filzah - ÝáÐÉ - Belahan jiwa -
Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga -
Ghurrah - ÛÑÉ - Keserian - putih bersih
Ghaliah - ÛÇáíÉ - Yang berharga -
Ghaniah - ÛÇäíÉ - Yang cantik semulajadi -
Ghanimah - ÛÇäãå - Yang beroleh sesuatu -
Ghadah - ÛÇÏÉ - Yang lemah lembut -
Habibah - ÍÈíÈÉ - Kekasih -
Habrah - ÍÈÑÉ - Kegembiraan nikmat -
Habwah - Í龃 - Pemberian -
Hadhinah - ÍÇÖíäÉ - Pengasuh - pendidik
Hafawati - ÍÝÇæÊí - Sambutanku yang meriah -
Hafiyah - ÍÝíÉ - Yang menyambut dengan meriah -
Hafizah - ÍÝíÙÉ - Yang memelihara -
Haifaa' - åíÝÇÁ - Yang ramping - yang genit
Haimamah - åíãäÉ - Pengawalan - penjagaan
Hajar - åÇÌÑ - Nama Ibu Nabi Ismail -
Hakimah - ÍßíãÉ - Yang bijaksana -
Halah - åÇáå - Lingkaran sinaran dikeliling -
Halawah - ÍáÇæå - Kemanisan -
halawati - ÍáÇæÊí - Kemanisanku -
Halimah - ÍáíãÉ - Yang lemah lembut - penyabar
Halwa - Íáæì - Yang manis -
Haliah - ÍÇáíÉ - Yang memakai perhiasan -
Hamamah - ÍãÇãÉ - Kesayangan - burung merpati
Hamidah - ÍãíÏÉ - Yang terpuji -
Hamimah - Íãíãå - Teman karib -
Hamizah - ÍãíÒÉ - Yang bijaksana - yang kuat
Hamraa' - ÍãÑà - Yang kemerah-merahan -
Hanan - ÍäÇä - Kesayangan - belas kasihan
Hanani - ÍäÇäí - Kesayanganku - kerinduanku
Zulwaqa - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan/kesopanan. -
Hannanah - ÍäÇäå - Yang belas kasihan - penyayang
Hanisah - ÍäíÓÉ - Yang bertaqwa -
Hanun - Íäæä - Penyayang -
Hariyah - ÍÑíÉ - Yang munasabah -
Harizah - ÍÑíÒÉ - Kawalan - benteng]
Hasanah - ÍÓäÉ - Yang baik - yang indah
Hasinah - ÌÕíäÉ - Yang bermaruah - terpelihara kehormatannya
Hasibah - ÍÓíÈÉ - Yang berketurunan baik -
Hasnaa' - ÍÓäà - Yang cantik -
Hazimah - ÍÇÒãÉ - Yang tegas - bijak
Haziqah - ÍÇÐÞÉ - Yang cerdik -
Hazirah - ÍÒíÑÉ - Pilihan yang terbaik -
Hasunah - ÍÓæäÉ - Yang indah -
Hasyimah - åÇÔãå - Yang bersopan santun -
Hazamah - ÍÒÇãÉ - Ketegasan - cermat
Haziyah - ÍÙíÉ - yamh disayangi - yang dihormati
Hazwani - ÍÒæÇäí - Pemberianku -
Hawa - ÍæÃ - Yang hidup - Nama isteri Nabi Adam
Hayaa' - Ííà - Perasaan malu -
Hibriyah - ÍÈÑíÉ - Keindahan - kecantikan
Hannah - ꊃ - Kesayangan -
Hijanah - åÌÇäÉ - Keturunan yang mulia -
Himmah - åãÉ - Keinginan - cita-cita
Hindun - åäÏ - Kerinduan - asmara
Huda - åÏì - Petunjuk -
Husna - ÍÓäì - Yang baik - yang indah
Husniyah - ÍÓäíÉ - Kebaikan - keindahan
Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman -
Ilham - ÇáåÇã - Ilham -
Ijlali - ÇÌáÇáí - Penghormatanku -
Iklil - Çßáíá - Kalung - mahkota
Iman - ÇíãÇä - Kepercayaan -
Inbisat - ÇäÈÓÇØ - Kegirangan -
Insaf - ÇäÕÇÝ - Kesedaran -
Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kebaikan hati - kegirangan
Istiqomah - ÇÓÊÞÇãÉ - Kelurusan -
Itmi'nan - ÇÙãÆäÇä - Ketenangan -
Itqan - ÇÊÞÇä - Kecekapan -
Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Kemajuan - gemerlapan
Izyan - ÇÒíÇä - Penghiasan -
'ibrah - ÚÈÑÉ - Teladan - yang pakar
'Iffah - ÚÝÉ - Maruah - kesucian diri
'Inani - ÚäÇäí - Hadapanku -
'Ismah - ÚÕãÉ - Pemeliharaan -
'Izzah - ÚÒÉ - Kemuliaan - kekuatan
'Izzati - ÚÒÊí - Kemuliaanku - kekuatanku
Jah - ÌÇå - Kemegahan - Ketinggian martabat
Jaharah - ÌåÇÑÉ - Kecantikan bentuk dan rupa -
Jahirah - ÌåíÑÉ - Yang rupawan dan genit -
Jahizah - ÌåíÒÉ - Yang dilengkapi - yang disediakan
Jaidaa' - ÌíÏà - Yang tinggi lampai -
Jaidanah - ÌíÏÇäÉ - Yang tinggi lampai -
Jalalah - ÌáÇáÉ - Kebesaran - kemuliaan
Jaliah - ÌáíÉ - Yang terang - yang jelas
Jalilah - ÌáíáÉ - Yang mulia -
Jalwaa' - ÌáæÃ - Yang rupawan -
Jamaiah - ÌãÇÚíÉ - Perpaduan -
Jamaliah - ÌãÇáíÉ - Kecantikan -
Jami'ah - ÌÇãÚÉ - Yang menyatupadukan -
Jamilah - ÌãíáÉ - Yang cantik -
Jamlaa' - ÌãáÇÁ - Yang cantik -
Jaunaa' - Ìæäà - Matahari -
Jawahir - ÌæÇåÑ - Permata-permata -
Jumanah - ÌãÇäÉ - Mutiara -
Juni - Ìæäí - Kemerah-merahan -
Jaudah - ÌæÏå - Kebaikan - keelokan
Kafaf - ßÝÇÝ - Rezeki yang mencukupi -
Kafiyah - ßÝíÉ - Yang memadai -
Kaiyisah - ßíÓÉ - Yang bijak - yang faham
Kamaliah - ßãÇáíÉ - Kesempurnaan -
Kamilah - ßÇãáÉ - Yang sempurna -
Karamah - ßÑÇãÉ - Kemuliaan - maruah
Karimah - ßÑíãÉ - Yang mulia -
Kasbah - ßÓÈÉ - Usaha -
Kasibah - ßÇÓÈÉ - Yang berusaha -
Kafaah - ßÝÇÁÉ - Kepadanan - persamaan
Kafi'ah - ßÝíÉ - Yang padan - yang setanding
Kazimah - ßÇÙãå - Penyabar -
Kiasah - ßíÇÓÉ - Kebijaksanaan - kefahaman yang baik
Khadraa' - ÎÖÑÃ - Kesuburan - kehijauan
Khadijah - ÎÏíÌå - Nama isteri Nabi Muhammad saw -
Khairah - ÎíÑÉ - Yang mulia - yang banyak kebaikannya
Khairiyah - ÎíÑíÉ - Kebaikan - kelebihan
Khairunnisa - ÎíÑ ÇáäÓà - Sebaik-baik wanita -
Khalidah - ÎÇáÏÉ - Yang kekal -
Khalilah - ÎáíáÉ - Teman setia -
Khalisah - ÎÇáÕÉ - Yang bersih - yang tulen
Khaliesah - ÎáíÕÉ - Yang jujur -
Khuldiah - ÎáÏíÉ - Kekekalan -
Labibah - áÈíÈÉ - Yang cerdik - yang bijak
Laila - áíáì - Kegembiraan - keghairahan
Laiyinah - áíäÉ - Yang lemah lembut -
Latifah - áØíÝÉ - yang lemah lembut -
Lina - áíäÇ - Kehalusan - kelembutan
Liyana - áíÇäÇ - Kelembutan - kehalusan
Luklu'ah - áÄáÄå - Mutiara -
Lubabah - áÈÇÈå - Yang terpilih -
Lutfiah - áØÝíÉ - Kehalusan - kelembutan
Madhiah - ãÏÍíÉ - Kepujian -
Madihah - ãÏíÍÉ - Yang terpuji -
Mahfuzah - ãÍÝæÙÉ - Yang terpelihara -
Mahirah - ãÇåÑÉ - Yang cekap - yang mahir
Maimanah - ãíãäÉ - Keberkatan -
Maimunah - ãíãæäÉ - Yang diberkati -
Maisarah - ãíÓÑÉ - Kesenangan - kekayaan
Maisurah - ãíÓæÑÉ - Yang senang -
Majdiah - ãÌÏíÉ - Yang mulia] -
Makhtumah - ãÎÊæãÉ - Yang disempurnakan -
Makinah - ãßíäÉ - Yang tabah - yang tetap
Maknunah - ãßäæäÉ - Yang terpelihara -
Makramah - ãßÑãÉ - Kemuliaan -
Malihah - ãáíÍÉ - Yang cantik manis -
Malyanah - ãáíäÉ - Kelembutan -
Marahaini - ãÑÍíäí - Dua kegembiraanku -
Mardhati - ãÑÖÊí - Keredhaanku -
Mardhiah - ãÑÖíÉ - yang diredhai - yang disayangi
Mariah - ãÇÑíÉ - Yang cantik berhias -
Marinah - ãÑäÉ - Yang lembut -
Mar'iyah - ãÑÚíÉ - Yang terpelihara - yang terkawal
Marjan - ãÑÌÇä - Mutiara -
Martabah - ãÑÊÈÉ - Kedudukan -
Maryam - ãÑíã - Yang tinggi - nama ibu Nabi Isa
Ma'rufah - ãÚÑæÝÉ - Yang terkenal -
Marfu'ah - ãÑÝæÚÉ - Yang disanjung -
Ma'sumah - ãÚÕæãÉ - Yang terpelihara -
Masturah - ãÓÊæÑÉ - Yang terpelihara -
Mauhibah - ãæåÈå - Bakat - pemberian
Mayamin - ãíÇãä - Yang diberkati -
Maziah - ãÒíÉ - Keistimewaan -
Maznah - ãÒäÉ - Kepujian - seri muka
Miskiah - ãÓßíå - Harum kasturi -
Mu'afah - ãÚÇÝÉ - Yang di'afiatkan - kesejahteraan
Mubarakah - ãÈÇÑßå - Yang diberkati -
Mufidah - ãÝíÏå - Yang memberi faedah -
Muhaiminah - ãåíãäå - Yang berkuasa dan memelihara -
Muhassanah - ãÍÕäå - Yang terpelihara -
Mukarramah - ãßÑãå - Yang dimuliakan -
Mukhtarah - ãÎÊÇÑÉ - Yang terpilih -
Multazimah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan -
Mumtazamah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan -
Muna - ãäì - cita-cita -
Munawwarah - ãäæÑÉ - Yang berseri -
Munifah - ãäíÝÉ - Yang tinggi lampai -
Musfirah - ãÓÝÑÉ - Yang cantik dan berseri -
Muslihah - ãÕáÍÉ - Pemulih - yang memperbaiki
Mutahharah - ãØåÑÉ - Yang suci -
Muyassarah - ãíÓÑÉ - Yang diberi kesenangan -
Muzainah - ãÒíäÉ - Kepujian - titisan hujan
Muzdalifah - ãÒÏáíÝÉ - Yang hampir - nama tempat
Mumtazah - ããÊÇÒÉ - Yang istimewa - yang cemerlang
Nabahah - äÈÇåå - Kecerdasan - kemahsyuran
Nabighah - äÇÈÛÉ - Yang cerdik -
Nabihah - äÈíåå - Yang cerdik - yang cerdas
Nabilah - äÈíáÉ - Yang cerdik - yang mulia
Nada - äÏì - Embun - kemurahan hati
Nadiah - äÇÏíÉ - Yang pemurah -
Nadhirah - äÖíÑÉ - Yang berseri - yang segar
Nadhrah - äÖÑÉ - Keindahan - seri
Nadzirah - äÙíÑÉ - Ketua yang dihormati -
Nafahat - äÝÍÇÊ - Pemberian-pemberian -
Nafhah - äÝÍå - Pemberian -
Nafi'ah - äÇÝÚÉ - Yang bermanafaat -
Nafisah - äÝíÓÉ - Yang bernilai -
Nai'mah - äÚíãÉ - Yang halus - yang mewah
Najat - äÌÇÉ - Keselamatan - kelepasan
Najah - äÌÇÍ - Kejayaan -
Najiah - äÇÌíÉ - Yang terlepas dari bahaya -
Najibah - äÌíÈå - Yang cerdik -
Najihah - äÇÌÍå - Yang berjaya -
Najlaa' - äÌáÇÁ - Mempunyai mata yang cantik -
Najwa - äÌæì - Bisikan rahsia -
Naqibah - äÞíÈå - Ketajaman fikiran -
Narjis - äÑÌÓ - Sejenis bunga -
Nasibah - äÓíÈå - Yang berketurunan mulia -
Nasimah - äÓíãÉ - Angin sepoi-sepoi bahasa -
Nasyitah - äÔíØå - Yang cergas - yang giat
Nasriah - äÕÑíÉ - Pertolongan -
Naurah - äæÑÉ - Bunga -
Nawwarah - äæÇÑÉ - Yang bercahaya -
Nasihah - äÕíÍÉ - Nasihat -
Nasuha - äÕæÍÇ - Yang luhur - yang ikhlas dan bersih
Nazurah - äÙæÑå - Pemimpin yang disanjung -
Nu'mah - äÚãÉ - Kegembiraan -
Nuraini - äæÑ Úíäí - Cahaya mataku -
Nurhayati - äæÑ ÍíÇÊí - Cahaya hidupkiu -
Nurulain - äæÑÇáÚíä - Cahaya mata -
Nurulhuda - äæÑ ÇáåÏì - Cahaya petunjuk - hidayat
Nuriyah - äæÑíå - Yang bercahaya -
Nuruljannah - äæÑ ÇáÌäÉ - Cahaya syurga -
Qabsah - ÞÈÓå - Tuntut ilmu - pembelajaran
Qadirah - ÞÇÏÑÉ - Yang berkuasa -
Qahirah - ÞÇåÑÉ - yang gagah - berkuasa
Qaidah - ÞÇÁÏÉ - Pemimpin -
Qani'ah - ÞÇäÚÉ - Yang berasa puas hati -
Qamariah - ÞãÑíÉ - Bulan -
Qarihah - ÞÑíÍÉ - Bakat -
Qatrunnada - ÞÙÑ ÇáäÏì - Titisan embun -
Qayyimah - ÞíãÉ - Yang lurus - yang bernilai
Qurratu'aini - ÞÑÉ Úíäí - Penyejuk mataku - penghibur hatiku
Qawiemah - ÞæíãÉ - Yang lurus -
Nusrah - äÕÑå - Pertolongan -
Rabi'ah - ÑÈíÚå - yang subur - taman
Rabi'atul 'adawiyah - ÑÇÈÚÉ ÇáÚÏæíÉ - Nama seorang wanita yang arif dan wara' -
Radhiah - ÑÇÖíÉ - Yang redha -
Radhwa - ÑÖæì - Nama gunung yang terletak antara Madinah & Yanbuu' -
Rafhanah - ÑÝåÇäÉ - Yang hidup mewah dan bahagia -
Rafi'ah - ÑÝíÚÉ - yang mulia - yang tinggi
Rafidah - ÑÇÝÏå - Pemberi pembantu -
Raghadah - ÑÇÛÇÏå - Kesenangan - kemewahan
Rahah - ÑÇÍÉ - Kerehatan - tapak tangan
Rahimah - ÑÍíãÉ - Pengasih - penyayang
Rahmah - ÑÍãÉ - Rahmat - belas kasihan
Rahbah - ÑÍÈÉ - Yang luas - yang lapang
Raidah - ÑÇÆÏÉ - Pemimpin -
Raihan - ÑíÍÇä - Tumbuhan yang berbau wangi -
Raihanah - ÑíÍÇäÉ - Tumbuhan yang berbau wangi -
Raihah - ÑíÍÉ - Bauan - yang merasa gembira
Raimi - Ñíãí - Keutamaan -
Rajaa' - ÑÌÇÁ - Harapan -
Rajiah - ÑÇÌíÉ - Yang berharap -
Rakinah - ÑßíäÉ - Yang berfikiran wajar -
Ramlah - Ñãáå - Penghalusan - pasir
Ramizah - ÑãíÒå - Yang berakal - yang asli
Ramziah - ÑãÒíå - Lambang -
Rasanah - ÑÕÇäå - Ketenangan - ketegasan
Rasafah - ÑÕÇÝÉ - Kekukuhan -
Rasinah - ÑÕíäÉ - Yang tenang - tegas
Rasyidah - ÑÔíÏÉ - Yang cerdik -
Rasyiqah - ÑÔíÞÉ - Yang genit - yang tangkas
Rau'ah - ÑæÚÉ - Ketaajuban - keindahan
Raudhah - ÑæÖÉ - Taman -
Rauhah - ÑæÍå - Yang baik -
Raunaq - ÑæäÞ - Keindahan -
Rauqah - ÑæÞÉ - Kecantikan yang menawan hati -
Rawahah - ÑæÇÍå - Perasaan gembira kerana keyakinan -
Razan - ÑÒÇä - Yang tenang -
Rawiah - ÑÇæíå - Yang sihat fizikal dan mental -
Razanah - ÑÒÇäÉ - Kesopanan -
Riba'ah - ÑÈÇÚÉ - Keadaan yang baik -
Ridhwah - ÑÖæå - Keredhaan -
Rif'ah - ÑÝÚå - Ketinggian - kemuliaan
Ruhana - ÑæÍäÇ - Jiwa kami -
Ruhayah - ÑæÍ ÍÈÇå - Jiwa kehidupan -
Ruhiyah - ÑæÍíå - Kejiwaan -
Rukniah - ÑßäíÉ - Ketahanan - kekuatan
Rukhama - ÑÎÇãì - Angin sepoi bahas -
Rummanah - ÑãÇäå - Buah delima -
Ruqaiyah - ÑÞíå - Ketinggian - nama anak Nabi Muhammad saw
Ruqyah - ÑÞíå - Penawar -
Rusydiah - ÑÔÏíå - Petunjuk -
Rutbah - ÑÊÈå - Kedudukan - martabat
Sa'adah - ÓÚÇÏå - Kebahagiaan -
Sabirah - ÕÇÈÑå - Penyabar -
Sa'diah - ÓÚÏíå - Kebahagiaan -
Sadiqah - ÕÇÏÞÉ - Yang benar -
Sa'idah - ÓÚíÏÉ - Yang berbahagia -
Sabah - ÕÈÇÍ - Sinaran pagi -
Sabariah - ÕÈÑíÉ - Kesabaran -
Sabihah - ÕÈíÍÉ - Yang berseri - yang cantik
Sadarah - ÕÏÇÑÉ - kemajuan - kepimpinan
Saffa' - ÕÝÃ - kebersihan - kemurnian
Safiah - ÕÝíÉ - Yang bersih - yang ikhlas
Safirah - ÓÝíÑÉ - kalung leher -
Safraa' - ÕÝÑÃ - Kekuningan emas -
Safuhah - ÕÝæÍå - Pemaaf -
Safwah - ÕÝæå - Yang bersih - yang terbaik
Safwanah - ÕÝæÇäå - Yang bersih murni -
Saibah - ÕÇÆÈå - Yang betul -
Saidah - ÓÇÆÏå - Pemimpin -
Saihah - ÓÇÆÍå - Pelancong -
Saimah - ÕÇÆãå - Yang berpuasa -
Saiyidah - ÓíÏå - Ketua - pemimpin
Sakinah - Óßíäå - Ketenangan -
Salahiah - ÕáÇÍíå - Kelayakan -
Salamah - ÓáÇãå - Kesejahteraan -
Saliah - Óáíå - Penghibur -
Salihah - ÕÇáÍå - Yang baik - yang layak
Salimah - Óáíãå - Yang sejahtera -
Salma - Óáãì - Yang sejahtera -
Salwa - Óáæì - Penghibur - madu lebah
Salwah - Óáæå - Kemewahan - hiburan
Samiah - ÓÇãíå - Yang tinggi - yang mulia
Samihah - ÓãíÍå - Pemaaf - pemurah
Samirah - ÓãíÑå - Teman berbual mesra -
Saminah - Ëãíäå - Yang berharga -
Samraa' - ÓãÑà - Yang hitam manis -
Sanaa' - Óäà - Sinaran - ketinggian
Saniah - Óäíå - Yang bersinar - yang mulia
Sa'udah - ÓÚæÏå - yang berbahagia -
Saudah - ÓæÏå - keriangan -
Sarah - ÓÇÑå - Nama isteri Nabi Ibrahim -
Sarahah - ÕÑÇÍå - Keterangan - terus terang
Saramah - ÕÑÇãå - Ketegasan -
Sarihah - ÕÑíÍå - Terus terang - keterangan
Sarimah - ÕÑíãÉ - yang tegas - keazaman
Sariyah - ÓÑíå - Yang bermaruah - pemurah
Siddiqah - ÕÏíÞå - yang bercakap benar -
Simaa' - Óíãà - Lambang kehidupan -
Simiyaa' - Óíãíà - Pertanda - keindahan
Su'ad - ÓÚÇÏ - Yang berbahagia -
Su'aidah - ÓÚíÏÉ - Kebahagiaan -
Suhailah - Óåíáå - Yang senang - yang mudah
Syafa'ah - ÔÝÇÚå - Pertolongan - pembelaan.
Syafi'ah - ÔÝíÚå - Pembela - penolong.
Syafiah - ÔÇÝíå - Penawar - ubat
Syafiqah - ÔÝíÞå - Yang belas kasihan. -
Syahdah - ÔåÏå - Madu lebah. -
Syahirah - ÔåíÑå - Yang masyur. -
Syahrain - ÔåÑíä - Dua bulan. -
Syahriah - ÔåÑíå - Bulan. -
Syaimaa' - ÔíãÇÁ - Yang ada tahi lalat - nama kakak susuan Nabi .
Syalabiah - ÔáÈíå - Yang cantik - genit.
Syahmah - Ôåãå - Hati yang murni. -
Syamimi - Ôãíãí - Keharumanku. -
Syamsiah - ÔãÓíå - Matahari. -
Syahidah - ÔåíÏå - Saksi. -
Syarah - ÔÇÑå - Keindahan - kecantikan.
Syarifah - ÔÑíÝå - Yang mulia. -
Syaza - ÔÐÇ - Keharuman. -
Syazwan - ÔÐæÇä - Keharuman -
Syazwani - ÔÐæÇäí - Keharumanku -
Syazana - ÔÒäÇ - Kecergasan. -
Syibrah - ÔÈÑå - Pemberian. -
Syifa - ÔÝÇÁ - Ubat penawar - sembuh.
Syimah - Ôíãå - Peribadi - tabiat.
Syukriah - ÔßÑíå - Kesyukuran. -
Syuhrah - ÔåÑå - Kemahsyuran -
Syuhaidah - ÔåíÏå - Madu lebah. -
Ta'ah - ØÇÚÉ - Kepatuhan. -
Tafawah - ØÝÇæå - Lingkaran sinaran di keliling bulan atau matahari. -
Taiyibah - ØíÈå - Yang baik. -
Taji - ÊÇÌì - Mahkotaku. -
Talalah - ØáÇáå - Gaya dan keadaan yang baik - kegembiraan.
Tamimah - Êãíãå - Yang kuat - yang sempurna kejadiannya.
Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan. -
Taqiah - ÊÞíå - Pemeliharaan - perlindungan
Taufiqah - ÊæÝíÞå - Pertolongan -
Tijan - ÊíÌÇä - Mahkota -
Tuba - ØæÈì - Yang sangat baik - kebahagiaan.
Tuhfah - ÊÍÝå - Pengurniaan yang berharga - hadiah
Tuma'nianinah - ØãÇÁäíäå - Ketenangan. -
Tharwa' - ËÑæÇÁ - Yang kaya. -
Tharwah - ËÑæå - Kekayaan. -
Tharwati - ËÑæÊí - Kekayaanku. -
Thariyah - ËÑíå - Yang mulia. -
Thaqifah - ËÞíÝÉ - Yang cerdik - yang cepat faham.
Thuraiya - ËÑíÇ - Bintang ketika (bintang tujuh). -
Ubaidah - ÚÈíÏå - Hamba - ibadat.
Ulfah - ÇáÝÉ - Kemesraan. -
Urmah - ÇÑãå - Panji. -
Uyainah - Úííäå - Mata - deria penglihatan.
Ummu kulthum - Çã ßáËæã - Nama anak Nabi yang tembam pada pipi dan muka. -
Wada'ah - æÏÇÚå - ketenangan. -
Wadhihah - æÇÖÍå - Yang terang - yang jelas.
Wadi'ah - æÏíÚå - Yang diamanahkan. -
Wafaa - æÝÇÁ - Kesetiaan - perihal menepati janji.
Wafiah - æÝíå - Yang setia - yang menepati janji.
Wahbah - æåÈå - Pemberian. -
Wahibah - æÇåÈå - Yang membËri. -
Wahidah - æÍíÏå - Yang tunggal. -
Wa'iyah - æÇÚíå - Yang sedar - yang memelihara
Wajahah - æÌÇÍå - Ketinggian martabat - kemuliaan.
Wajihah - æÌíåå - Yang terkemuka - yang mulia.
Wardah - æÑÏå - Bunga ros. -
Wardiah - æÑÏíå - bunga ros. -
Wasilah - æÇÓíáå - Cara - perantaraan.
Wasilah - æÇÕáå - Yang ihsan - yang membuat kebajikan.
Wasimah - æÓíãå - Yang cantik - yang rupawan.
Wasitah - æÇÓØå - Perantaraan - orang tengah.
Wathiqah - æËíÞå - Yang kukuh - yang teguh.
Wasyijah - æÇÔÌå - Persaudaraan yang rapat. -
Waznah - æÒäå - Yang bijak dan kukuh pendapatnya. -
Widad - æÏÇÏ - Kasih sayang. -
Yamamah - íãÇãå - Tujuan - merpati.
Yaminah - íÇãäå - Yang berkat. -
Yamnaa' - íãäÇÁ - Sebelah kanan. -
Yasarah - íÓÇÑå - Kemudahan - kesenangan.
Yasirah - íÓíÑå - Yang mudah - yang senang.
Yasmin - íÇÓãíä - Bunga melur. -
Yatimah - íÊíãå - Yang berharga. -
Yumni - íãäí - Keberkatanku. -
Yusra - íÓÑì - Kesenangan - kemudahan.
Zafirah - ÙÝíÑå - yang berjaya - yang mendapat apa yang dituntutnya.
Zahiah - ÒÇåíÉ - Yang berseri - yang cantik.
Zahidah - ÒÇåÏå - Yang zuhud - yang salih.
Zahirah - ÒÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik.
Zahraa' - ÒåÑÇÁ - Yang berseri - yang cantik.
Zahrah - 񌄌 - Bunga. -
Zaidah - ÒíÏå - Yang lebih - tambahan.
Zaimah - ÒÚíãå - Pemimpin. -
Zainab - ÒíäÈ - Sejenis bunga yang cantik dan harum. -
Zainah - Òíäå - Perhiasan. -
Zainun - Òíäæä - Perhiasan. -
Zaitun - ÒíÊæä - Sejenis pokok - buah zaitun.
Zaitunah - ÒíÊæäå - Sebuah pokok zaitun. -
Zakiah - ÐßíÉ - Yang cerdik - yang harum.
Zakiah - 񧒃 - Yang berseri - yang bersih murni.
Zalifah - ÒáíÝÉ - Yang dekat dan mara ke depan. -
Zalikha - ÒáíÎÇÁ - Nama isteri Al-Aziz (Raja Mesir) -
Zalilah - Ùáíáå - kebun yang banyak pokok - yang redup.
Zarifah - ÙÑíÝÉ - Yang bijak dan segak. -
Zawanah - ÒæÇäå - Kecerdikan. -
Zayanah - ÒíÇäå - Yang cantik. -
Zawiah - ÒÇæíå - Pengawal dari kejahatan - sudut.
Zi'amah - ÒÚÇãå - Kepimpinan. -
Zuhrah - 񌄌 - Keindahan. -
Zuhairah - ÒåíÑå - Bunga. -
Zulfah - ÒÇÝÉ - Darjat - kedudukan
Zunah - 񾊃 - Yang berakal - cerdik.
yusya ul anwar
Seanggun warna senja menyapa. . .

Pernah kurasakan nikmat Allah dihati setelah sekian lama bersama tanpa sesuatu tapi kini dia timbul dan beri harapan

Mencoba tuk terangi dalam gelapnya malam . .

Ku berharap perasaan itu dapat menuntunku menuju ridho Illahi dengan berjalan berdampingan

Ungkapanku. . untuknya . .untuk seorang wanita yang kupuja dan kupuji. . .

Ingin kusampaikan tapi apa dayaku,ku hanya menyimpannya dalam hati, karna ku tahu ada yang lain



And semua tlah berakhir di akhir tahun,dan Allah telah membalas doaku bahwa DIA BELUM JODOHKU. . . .
yusya ul anwar
assalamualaikum ya akhi wal ukhti
ana harap antum sekalian selalu dalam lindungan ALLAH SWT. melalui media ini ana hendak berbagi sedikit dengan ilmu yang kemarin ana dapatkan yaitu indahnya nikmat ALLAH yang telah diberikan kepada kita tak lain hayat sempat ana berpikir bila suatu saat ana dipanggil Allah apakah ana dah siap pikiran itu hantui aku beberapa hari hingga aku sadar takmungkin aku harus terus bermimpi hingga ajal menjemput walau aku sudah melkukan sholat taubat apakah aku bisa tetap istiqomah di jalan- Nya. kalau boleh meminta aku ingin pergi dari dunia bila aku sudah berbakti pada orang tua buat mereka bangga dan memberikan kehangatan di sisi orang sekelilingku terus ketika malaikat izroil menjemput ana ingin umi,al-quran,iman,islam,ikhsan ada disamping ana sambil berucap kalimat syahadat. Apabila ana telah pergi ana berpesan semoga akhwat yang aku kagumi mendapat jodoh yang terbaik. Jadi mulai sekarang ana akan persiapkan bekal ana "DO THE BEST, GET THE BEST"
MAAF TEMAN-TEMAN BILA ANA PUNYA SALAH
yusya ul anwar
4 Perkara selamatnya manusia dari siksa kubur:

1.Usahakan selalu mengerjakan sholat 5 waktu secara tepat waktu
2.Biasakan tilawah seusai sholat
3.Perbanyak sedekah tak perlu yang banyak yang penting rutin
4.Selalu mengingat Allah dengan berzikir


4 Perkara tidak selamatnya manusia dari siksa kubur:

1.Melakukan dusta
2.Mengadu domba kan saudara
3.Berkhianat
4.afwan saya lupa

yusya ul anwar

Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)

Maka seharusnya setiap muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan dan hari esok manusia yang sesungguhnya, yang kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)

Dalam menafsirkan ayat di atas Imam Qotadah berkata: “Senantiasa tuhanmu (Allah) mendekatkan (waktu terjadinya) hari kiamat, sampai-sampai Dia menjadikannya seperti besok.” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfan (hal. 152 – Mawaaridul Amaan). Beliau (Abu Qatadah) adalah Qotadah bin Di’aamah As Saduusi Al Bashri (wafat setelah tahun 110 H), imam besar dari kalangan tabi’in yang sangat terpercaya dan kuat dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 409)

Semoga Allah ta’ala meridhai sahabat yang mulia Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang mengingatkan hal ini dalam ucapannya yang terkenal: “Hisab-lah (introspeksilah) dirimu (saat ini) sebelum kamu di-hisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat), dan timbanglah dirimu (saat ini) sebelum (amal perbuatan)mu ditimbang (pada hari kiamat), karena sesungguhnya akan mudah bagimu (menghadapi) hisab besok (hari kiamat) jika kamu (selalu) mengintrospeksi dirimu saat ini, dan hiasilah dirimu (dengan amal shaleh) untuk menghadapi (hari) yang besar (ketika manusia) dihadapkan (kepada Allah ta’ala):

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya).” (Qs. Al Haaqqah: 18). (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab beliau Az Zuhd (hal. 120), dengan sanad yang hasan)

Senada dengan ucapan di atas sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan (kita) sedangkan akhirat telah datang di hadapan (kita), dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mengagumi/mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini (waktunya) beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok (di akhirat) adalah (saat) perhitungan dan tidak ada (waktu lagi untuk) beramal.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az Zuhd (hal. 130) dan dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab beliau Jaami’ul ‘uluumi wal hikam (hal. 461)).

Jadilah kamu di dunia seperti orang asing…

Dunia tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari no. 6053)

Hadits ini merupakan bimbingan bagi orang yang beriman tentang bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya dalam kehidupan di dunia. Karena orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara dan tidak terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, serta terus merindukan untuk kembali ke kampung halamannya. Demikianlah keadaan seorang mukmin di dunia yang hatinya selalu terikat dan rindu untu kembali ke kampung halamannya yang sebenarnya, yaitu surga tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam ‘alaihis salam dan istrinya Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.

Dalam sebuah nasehat tertulis yang disampaikan Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘alaihis salam diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman (akibat perbuatan dosanya)…” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfaan (hal. 84 – Mawaaridul Amaan))

Dalam mengungkapkan makna ini Ibnul Qayyim berkata dalam bait syairnya:

Marilah (kita menuju) surga ‘adn (tempat menetap) karena sesungguhnya itulah

Tempat tinggal kita yang pertama, yang di dalamnya terdapat kemah (yang indah)

Akan tetapi kita (sekarang dalam) tawanan musuh (setan), maka apakah kamu melihat

Kita akan (bisa) kembali ke kampung halaman kita dengan selamat?

(Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/9-10), juga dinukil oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 462))

Sikap hidup ini menjadikan seorang mukmin tidak panjang angan-angan dan terlalu muluk dalam menjalani kehidupan dunia, karena “barangsiapa yang hidup di dunia seperti orang asing, maka dia tidak punya keinginan kecuali mempersiapkan bekal yang bermanfaat baginya ketika kembali ke kampung halamannya (akhirat), sehingga dia tidak berambisi dan berlomba bersama orang-orang yang mengejar dunia dalam kemewahan (dunia yang mereka cari), karena keadaanya seperti seorang perantau, sebagaimana dia tidak merasa risau dengan kemiskinan dan rendahnya kedudukannya di kalangan mereka.” (Ucapan Imam Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 461), dengan sedikit penyesuaian)

Makna inilah yang diisyaratkan oleh sahabat yang meriwayatkan hadits di atas, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu ketika beliau berkata: “Jika kamu (berada) di waktu sore maka janganlah tunggu datangnya waktu pagi, dan jika kamu (berada) di waktu pagi maka janganlah tunggu datangnya waktu sore, serta gunakanlah masa sehatmu (dengan memperbanyak amal shaleh sebelum datang) masa sakitmu, dan masa hidupmu (sebelum) kematian (menjemputmu).” (Diriwayatkan oleh imam Al Bukhari dalam kitab Shahihul Bukhari, no. 6053).

Bahkan inilah makna zuhud di dunia yang sesungguhnya, sebagaimana ucapan Imam Ahmad bin Hambal ketika beliau ditanya: Apakah makna zuhud di dunia (yang sebenarnya)? Beliau berkata: “(Maknanya adalah) tidak panjang angan-angan, (yaitu) seorang yang ketika dia (berada) di waktu pagi dia berkata: Aku (khawatir) tidak akan (bisa mencapai) waktu sore lagi.” (Dinukil oleh oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 465))

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوى

Berbekallah, dan sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa

Sebaik-baik bekal untuk perjalanan ke akhirat adalah takwa, yang berarti “menjadikan pelindung antara diri seorang hamba dengan siksaan dan kemurkaan Allah yang dikhawatirkan akan menimpanya, yaitu (dengan) melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.” (Ucapan Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 196))

Maka sesuai dengan keadaan seorang hamba di dunia dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan perbuatan maksiat, begitu pula keadaannya di akhirat kelak. Semakin banyak dia berbuat baik di dunia semakin banyak pula kebaikan yang akan di raihnya di akhirat nanti, yang berarti semakin besar pula peluangnya untuk meraih keselamatan dalam perjalanannya menuju surga.

Inilah diantara makna yang diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: “Setiap orang akan dibangkitkan (pada hari kiamat) sesuai dengan (keadaannya) sewaktu dia meninggal dunia.” (HR. Muslim, no. 2878). Artinya: Dia akan mendapatkan balasan pada hari kebangkitan kelak sesuai dengan amal baik atau buruk yang dilakukannya sewaktu di dunia. (Lihat penjelasan Al Munaawi dalam kitab beliau Faidhul Qadiir (6/457))

Landasan utama takwa adalah dua kalimat syahadat: Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, sebaik-baik bekal yang perlu dipersiapkan untuk selamat dalam perjalanan besar ini adalah memurnikan tauhid (mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah dan menjauhi perbuatan syirik) yang merupakan inti makna syahadat Laa ilaaha illallah dan menyempurnakan al ittibaa’ (mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perbuatan bid’ah) yang merupakan inti makna syahadat Muhammadur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka dari itu, semua peristiwa besar yang akan dialami manusia pada hari kiamat nanti, Allah akan mudahkan bagi mereka dalam menghadapinya sesuai dengan pemahaman dan pengamalan mereka terhadap dua landasan utama Islam ini sewaktu di dunia.

Fitnah (ujian keimanan) dalam kubur yang merupakan peristiwa besar pertama yang akan dialami manusia setelah kematiannya, mereka akan ditanya oleh dua malaikat: Munkar dan Nakir (Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat At Tirmidzi (no. 1083) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahiihah, no. 1391) dengan tiga pertanyaan: Siapa Tuhanmu?, apa agamamu? dan siapa nabimu? (Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Ahmad (4/287-288), Abu Dawud, no. 4753 dan Al Hakim (1/37-39), dinyatakan shahih oleh Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi.). Allah hanya menjanjikan kemudahan dan keteguhan iman ketika mengahadapi ujian besar ini bagi orang-orang yang memahami dan mengamalkan dua landasan Islam ini dengan benar, sehingga mereka akan menjawab: Tuhanku adalah Allah, agamaku adalah Islam dan Nabiku adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah ta’ala berfirman:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)

Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat di atas ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Al Bara’ bin ‘Aazib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim ketika ditanya di dalam kubur (oleh Malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah (Laa Ilaaha Illallah) dan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah (Muhammadur Rasulullah), itulah (makna) firman-Nya: Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (HR.Al Bukhari (no. 4422), hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2871))

Termasuk peristiwa besar pada hari kiamat, mendatangi telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang penuh kemuliaan, warna airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan baunya lebih harum daripada minyak wangi misk (kesturi), barangsiapa yang meminum darinya sekali saja maka dia tidak akan kehausan selamanya (Semua ini disebutkan dalam hadits yang shahih riwayat imam Al Bukhari (no. 6208) dan Muslim (no. 2292). Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan minum darinya). Dalam hadits yang shahih (Riwayat Imam Al Bukhari (no. 6211) dan Muslim (no. 2304) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) juga disebutkan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Karena mereka sewaktu di dunia berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka.

Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti), dan yang paling parah di antara mereka adalah orang-orang (ahlul bid’ah) yang menyelisihi (pemahaman) jama’ah kaum muslimin, seperti orang-orang khawarij, Syi’ah Rafidhah dan para pengikut hawa nafsu, demikian pula orang-orang yang berbuat zhalim yang melampaui batas dalam kezhaliman dan menentang kebenaran, serta orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar secara terang-terangan, semua mereka ini dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini (yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). (Kitab Syarh Az Zarqaani ‘Ala Muwaththa-il Imaami Maalik, 1/65)

Beliau (Ibnu Abdil Barr) adalah Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Barr An Namari Al Andalusi (wafat 463 H), syaikhul Islam dan imam besar ahlus Sunnah dari wilayah Magrib, penulis banyak kitab hadits dan fikih yang sangat bermanfaat. Biografi beliau dalam kitab Tadzkiratul Huffaazh (3/1128).

Demikian pula termasuk peristiwa besar pada hari kiamat, melintasi ash shiraath (jembatan) yang dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam, di antara surga dan neraka. Dalam hadits yang shahih (Riwayat imam Al Bukhari (no. 7001) dan Muslim (no. 183) dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu) disebutkan bahwa keadaan orang yang melintasi jembatan tersebut bermacam-macam sesuai dengan amal perbuatan mereka sewaktu di dunia. “Ada yang melintasinya secepat kerdipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda pacuan yang kencang, ada yang secepat menunggang onta, ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang merangkak, dan ada yang disambar dengan pengait besi kemudian dilemparkan ke dalam neraka Jahannam” – na’uudzu billahi min daalik – (Ucapan syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliau Al Aqiidah al Waasithiyyah, hal. 20) .

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin ketika menjelaskan sebab perbedaan keadaan orang-orang yang melintasi jembatan tersebut, beliau berkata: “Ini semua (tentu saja) bukan dengan pilihan masing-masing orang, karena kalau dengan pilihan (sendiri) tentu semua orang ingin melintasinya dengan cepat, akan tetapi (keadaan manusia sewaktu) melintasi (jembatan tersebut) adalah sesuai dengan cepat (atau lambatnya mereka) dalam menerima (dan mengamalkan) syariat Islam di dunia ini; barangsiapa yang bersegera dalam menerima (petunjuk dan sunnah) yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka diapun akan cepat melintasi jembatan tersebut, dan (sebaliknya) barangsiapa yang lambat dalam hal ini, maka diapun akan lambat melintasinya; sebagai balasan yang setimpal, dan balasan (perbuatan manusia) adalah sesuai dengan jenis perbuatannya.” (Kitab Syarhul Aqiidatil Waasithiyyah, 2/162)

وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Balasan akhir yang baik (yaitu Surga) bagi orang-orang yang bertakwa

Akhirnya, perjalanan manusia akan sampai pada tahapan akhir; surga yang penuh kenikmatan, atau neraka yang penuh dengan siksaan yang pedih. Di sinilah Allah ta’ala akan memberikan balasan yang sempurna bagi manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Allah ta’ala berfirman:

فَأَمَّا مَنْ طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى، وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (Qs. An Naazi’aat: 37-41).

Maka balasan akhir yang baik hanyalah Allah peruntukkan bagi orang-orang yang bertakwa dan membekali dirinya dengan ketaatan kepada-Nya, serta menjauhi perbuatan yang menyimpang dari agama-Nya. Allah ta’ala berfirman:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوّاً فِي الْأَرْضِ وَلا فَسَاداً وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Qashash: 83)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di berkata: “…Jika mereka (orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini) tidak mempunyai keinginan untuk menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, maka konsekwensinya (berarti) keinginan mereka (hanya) tertuju kepada Allah, tujuan mereka (hanya mempersiapkan bekal untuk) negeri akhirat, dan keadan mereka (sewaktu di dunia): selalu merendahkan diri kepada hamba-hamba Allah, serta selalu berpegang kepada kebenaran dan mengerjakan amal shaleh, mereka itulah orang-orang bertakwa yang akan mendapatkan balasan akhir yang baik (surga dari Allah ta’ala).” (Taisiirul Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan, hal. 453)

Penutup

Setelah kita merenungi tahapan-tahapan perjalanan besar ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup supaya selamat dalam perjalanan tersebut? Kalau jawabannya: belum, maka jangan putus asa, masih ada waktu untuk berbenah diri dan memperbaiki segala kekurangan kita -dengan izin Allah ta’ala- . Caranya, bersegeralah untuk kembali dan bertobat kepada Allah, serta memperbanyak amal shaleh pada sisa umur kita yang masih ada. Dan semua itu akan mudah bagi orang yang Allah berikan taufik dan kemudahan baginya.

Imam Fudhail bin ‘Iyaadh pernah menasehati seseorang lelaki, beliau berkata: “Berapa tahun usiamu (sekarang)”? Lelaki itu menjawab: Enam puluh tahun. Fudhail berkata: “(Berarti) sejak enam puluh tahun (yang lalu) kamu menempuh perjalanan menuju Allah dan (mungkin saja) kamu hampir sampai”. Lelaki itu menjawab: Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Maka Fudhail berkata: “Apakah kamu paham arti ucapanmu? Kamu berkata: Aku (hamba) milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, barangsiapa yang menyadari bahwa dia adalah hamba milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya pada hari kiamat nanti), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya) maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya selama di dunia), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya) maka hendaknya dia mempersiapkan jawabannya.” Maka lelaki itu bertanya: (Kalau demikian) bagaimana caranya (untuk menyelamatkan diri ketika itu)? Fudhail menjawab: “(Caranya) mudah.” Leleki itu bertanya lagi: Apa itu? Fudhail berkata: “Engkau memperbaiki (diri) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (perbuatan dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (perbuatan dosamu) di masa lalu dan pada sisa umurmu.” (Dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam, hal. 464)

Beliau (Fudhail bin ‘Iyaadh) adalah Fudhail bin ‘Iyaadh bin Mas’uud At Tamimi (wafat 187 H), seorang imam besar dari dari kalangan atba’ut tabi’in yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seorang ahli ibadah (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 403)

Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan doa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam HR. Muslim, no. 2720) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) untuk kebaikan agama, dunia dan akhirat kita:

Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penentu (kebaikan) semua urusanku, dan perbaikilah (urusan) duniaku yang merupakan tempat hidupku, serta perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku (selamanya), jadikanlah (masa) hidupku sebagai penambah kebaikan bagiku, dan (jadikanlah) kematianku sebagai penghalang bagiku dari semua keburukan.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 20 Shafar 1430 H

Powered By Blogger

About Me

Foto Saya
yusya ul anwar
jadikanlah ilmu yang kamu miliki berarti dengan membagi ke seluruh saudaramu....
Lihat profil lengkapku